KEMPALAN: Bintang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic mengkritik LeBron James atas aktivismenya dalam apa yang disebut mantan bintang LA Galaxy sebagai “politik.”
Hal itu dikatakan Ibra dalam sebuah wawancara UEFA untuk Discovery+ di Swedia pada hari Kamis, striker asal swedia itu blak-blakan mengatakan bahwa meskipun dia mengagumi bakat James, merupakan sebuah “kesalahan” ketika para atlet keluar dari jalur mereka dan terlibat secara sosial dan politik.
“LeBron sangat fenomenal dalam apa yang dia lakukan, tetapi saya tidak suka ketika orang yang memiliki status tertentu, mereka pergi dan melakukan politik pada saat yang sama,” kata Ibrahimovic. “Lakukan apa yang Anda kuasai. Lakukan keahlian yang Anda miliki. Saya bermain sepak bola karena saya yang terbaik adalah saat bermain sepak bola.”
“Saya tidak melakukan politik. Saya akan melakukan politik, Jika saya seorang politisi. Itu adalah kesalahan pertama yang dilakukan orang ketika mereka menjadi terkenal dan memiliki status tertentu. Lakukan saja apa yang Anda kuasai. Jangan ikut campur karena itu tidak terlihat bagus.”
James telah menjadi kekuatan untuk perubahan sosial dan aksi politik. Organisasinya More Than a Vote menarik lebih dari 42.000 sukarelawan untuk bekerja di tempat pemungutan suara untuk pemilihan November
Mmbantu orang-orang mendapatkan kembali hak pilih mereka dan mendorong partisipasi di antara orang kulit hitam dan pemilih muda. Dia fokus di kampung halamannya di Akron, Ohio.
Sekolah I Promise yang dia buka pada tahun 2018 sekarang memiliki lebih dari 450 siswa dari kelas tiga hingga enam. Ketika pandemi menutup sekolah, James dan timnya memastikan para siswa mendapatkan makanan hangat yang dikirim ke rumah mereka, bahkan juga memberikan makanan saat Thanksgiving.
Proyek perumahan yang terjangkau untuk 50 keluarga dimulai tahun ini dan pada bulan Desember dan juga adabrencana House Three Thirty, di mana James akan menawarkan beberapa porgram untuk membantu masyarakat, seperti kesehatan keuangan keluarga yang terjangkau, pelatihan kerja, dan ruang pertemuan komunitas.
“Saya masih tahu apa yang perlu saya lakukan di lapangan, dan tentu saya akan memberikan segalanya saat pertandingan,” kata James kepada The Associated Press pada bulan Desember.
“Tapi saya bisa membuat dampak yang lebih besar sekarang, lebih dari yang saya bisa di lapangan. Tentu saya ingin terus menginspirasi orang dengan cara saya bermain bola basket. Namun, masih banyak hal yang bisa saya lakukan ‘off the floor’ (diluar lapangan) untuk membantu mengembangkan orang, menginspirasi orang, menyatukan orang, dan memberdayakan mereka.”
Namun, keterusterangan James tidak selalu diterima dengan baik. Pada bulan Februari 2018, seorang komentator konservatif terkemuka yang terkenal menyuruhnya untuk “diam dan mendribble bola” sebagai tanggapan atas “tindakan politik” James.
Ibrahimovic telah menjadi berita utama untuk berbagau gol-gol akrobatik, prestasi bombastis, serta kontroversinya di lapangan sepanjang karier sepak bolanya yang sangat sukses.
Pada Januari, ia menghadapi tuduhan rasisme setelah bentrok dengan pemain Inter Milan Romelu Lukaku saat pertandingan perempat final Coppa Italia. Ibrahimovic, yang sering menyebut dirinya sebagai orang ketiga, dituduh menggunakan bahasa ofensif selama pertengkarannya dengan Lukaku dan kemudian memposting pesan di media sosial yang menegaskan bahwa dia menentang rasisme, yang kemudian didukung oleh pelatihnya. (win)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi