Senin, 29 Juni 2026, pukul : 08:56 WIB
Surabaya
--°C

UAS Rela Ketinggalan Pesawat demi Dapat Suwuk Gus Ali

SIDOARJO-KEMPALAN: Dai kondang Ustad Abdul Somad (UAS) berkunjung ke Jawa Timur, Selasa (23/2) lalu. Di Jatim Abdul Somad secara khusus hendak datang ke Ponpes Bumi Sholawat, Sidoarjo untuk menemui pengasuh ponpes KH Agoes Ali Masyhuri yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim.

Kunjungan itu diceritakan oleh Abdul Somad melalui akun Instagram pribadinya @Ustadabdulsomad_official.

Namun sayang di sana ternyata Abdul Somad gagal menemui Gus Ali. Karena Gus Ali sedang mengikuti program suntik untuk vaksin Covid-19 di Kantor PWNU Jatim di Surabaya.

Di ponpes, Abdul Somad hanya ditemui oleh putra sang kiai, Gus Muhdlor yang baru saja terpilih menjadi bupati Sidoarjo pada pilbup 2020.

BACA JUGA  Dari Kampus Berdampak Menuju Negara Berdampak : Ketika Prestasi Global UNAIR Bertemu Ajakan AHY Membangun Kebijakan Berbasis Ilmu Pengetahuan

Pada pertemuan itu Abdul Somad ternyata terkejut, karena Muhdlor tak lain adalah juniornya ketika kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Karena batal bertemu dengan Gus Ali, Abdul Somad kemudian mengontak lewat telepon, karena dia saat itu sedang terburu sebab hendak kembali pulang dengan menggunakan pesawat yang dijadwalkan terbang dalam waktu sekitar satu jam.

Namun ternyata Gus Ali meminta agar Abdul Somad rela ketinggalan pesawat dan mendatanginya di PWNU Jatim. Dan Gus Ali berani menjamin Abdul Somad untuk penerbangan di jam lainnya.

Sehingga dari sini Abdul Somad batal kembali pulang, dan dia memilih untuk mendatangi Gus Ali yang saat itu sedang berada di kantor PWNU.

BACA JUGA  Khofifah Ikuti Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berikan  Data Akurat

“Adapun urusan lalu lintas dan keberangkatan ke Jakarta, Gus Ali bisa mengatur jam penerbangan, jangan khawatir. Jadilah UAS ketemu dan bisa silaturahim dengan para kiai, di antaranya KH Marzuki Mustamar ketua PWNU Jatim dan KH M Anwar Manshur pengasuh Ponpes Lirboyo,” tulis Abdul Somad dalam media sosial miliknya.

UAS sempat salaman, ngalap berkah. Seperti biasa, UAS membuka peci dan meminta Kiai Anwar dan Gus Ali membacakan doa dan meniup ubun-ubunnya. Tradisi yang diajarkan almarhumah ibunda beliau sejak kecil bila bertemu tuan-tuan guru.

“Saya tidak sholih, berharap pada barokah orang-orang sholih,” tutup UAS. (bam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.