Senin, 9 Februari 2026, pukul : 18:34 WIB
Surabaya
--°C

Fenomena Nissa Sabyan

KEMPALAN: Khoirunnisa, atau Nissa Sabyan, adalah idola. Sejak awal kemunculannya, Nissa langsung memesona dengan suaranya yang merdu dan penampilannya yang tidak biasa. Alih-alih mengenakan busana nan seksi dan gaya menggoda seperti artis kebanyakan, Nissa malah tampil dengan busana serba tertutup dan islami. Nissa tidak perlu mengumbar auratnya untuk memikat hati para penikmat musik tanah air.

Lagu yang dibawakannya pun adalah lagu islami dan salawat nabi, bernuansa timur tengah. Dengan iringan musik gambus. Genre musik yang selama ini dipandang sebelah mata, karena dianggap hanya didengar orang pada acara-acara kenduri atau kawinan.

Namun Nissa dan grup musiknya, Sabyan Gambus, mampu membawa musik gambus mendadak hits. Video-video musiknya ditonton jutaan viewers. Video lagu Deen Assalam, salah satu hits-nya yang diunggah di youtube, sudah ditonton 286 juta viewers dan diacungi jempol  2,1 juta kali. Angka ini bahkan jauh melampui video musik sang diva Krisdayanti!

Pesona Nissa, gadis kelahiran Lumajang, Jawa Timur ini bahkan merambah sampai ke Korea Selatan. Seorang youtuber terkenal di sana, Ujung Oppa, sampai menangis tersedu-sedu setelah menyaksikan video lagu Nissa. Sang youtuber, yang bernama asli Hwang Woojoong ini, kemudian memutuskan menjadi mualaf.

Punya Mikrofon Rp105 Juta

Sabyan Gambus memang awalnya adalah grup musik yang sering tampil berkeliling di acara kawinan maupun kenduri. Grup ini digawangi Ahmad Fairuz alias Ayus (kibordis), Sofwan Yusuf alias Wawan (perkusi), Kamal (darbuka), dan Tubagus Syaifullah alias Tebe (biola). Nissa adalah vokalisnya.

Nissa sendiri bergabung pada 2017, selepas tamat dari sekolahnya, SMKN 56 Jakarta. Sekolah ini dulunya dikenal sebagai STM 12 PLOEIT. Ya,,,banyak yang tak mengira jika gadis berwajah imut ini adalah seorang siswi STM. Jurusannya pun ototronik, yang akrab dengan permesinan otomotif.

Perjalanan grup ini cukup memprihatinkan. Ayus, sang leader suatu waktu pernah bercerita, saat tampil mereka dulu diberi honor Rp30 ribu rupiah per orang. Itu untuk tampil dari pagi hingga pukul 21.00 malam. Hanya istirahat saat break azan saja.

Ayus kemudian melakukan inovasi dengan menciptakan aransemen musik yang lebih kekinian dari lagu-lagu gambus yang dibawakan grupnya. Juga membuat channel youtube dan video-video yang indah. Mereka menyanyikan ulang (cover) lagu-lagu islami.

Dan langkah itu ternyata sukses besar. Suara merdu dan paras cantik Nissa, berpadu dengan aransemen musik yang kekinian dan easy listening, membuat lagu-lagu gambus yang mereka bawakan tidak terdengar “berat”. Sabyan pun menjadi idola baru dan banjir undangan tampil hingga ke luar negeri.

Single Deen Assalam adalah lagu pertama yang menjadi hits. Lagu berbahasa arab yang pertama kali dinyanyikan musisi Sulaiman Al Mughani itu, menceritakan tentang kehidupan di dunia yang terasa lapang, jika dijalani dengan saling mengerti dan memahami. Berkat lagu itu pula, para penggemar musik mendadak fasih berbahasa arab saat ikut bernyanyi.
Hits-hits lainnya pun bermunculan. Single Ya Habibal Qolbi ditonton 344 juta viewers. Dan Ya Maulana ditonton 347 juta viewers. Jutaan orang telah berlangganan di channel youtube-nya (Sabyan Official) yang mulai mengunggah video sejak 2017 lalu.
Kumpulan lagu salawat yang paling populer dibawakan Nissa Sabyan Gambus, di antaranya  Ya Jamalu, Law Kana Bainanal Habib, Ya Habibal Qolbi, Rahman ya Rahman, Ya Asyiqol Musthofa, Ahmad Ya Habibi, Ya Taiba, Qomarun, Assalamualaika ya Rasulullah. Semua enak didengar.
Sabyan Gambus pun mendapat penghargaan di malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018. Lagu Ya Maulana meraih penghargaan dalam kategori Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik. Single tersebut berhasil mengalahkan lagu Ketika Tangan Dan Kaki Berkata (Ray Shareza), Raja Semesta (Ustadz Yuke Semeru), dan Maha Pemilik Hati (Virgoun with Last Child).

Di tahun itu juga, Nissa Sabyan mendapat penghargaan penyanyi muda inspiratif di acara Puncak Anugerah Syiar Ramadhan, yang diberikan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Nissa memang sebuah fenomena. Nissa yang sudah menyanyi di berbagai acara kawinan sejak kelas 2 SMP ini berhasil memikat dengan tampil menjadi dirinya sendiri.
Dia tidak tertarik ikut arus dengan arus pesohor-pesohor tanah air, dengan gaya kontroversial, demi sebuah popularitas. Nissa tidak ikut-ikutan tren, tapi dia menciptakan tren. Nissa berhasil membalikkan imej musik gambus, yang dulunya dianggap musik kampungan, menjadi musik berkelas. Dan dia sangat serius meniti karirnya bermusik.
Pada Armand Maulana, dalam suatu podcast, Nissa bahkan mengaku sampai membeli mikrofon seharga Rp105 juta demi karirnya.
Dia bahkan sukses memikat hati para penggemar musik milenial. Di tengah gencarnya serbuan lagu-lagu penyanyi top barat. Namun dunia pesohor tetaplah penuh onak dan duri. Perjalanan gadis muda ini meniti karir musiknya masih amat panjang. Semangat… Nissa! (masayu indriaty susanto)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.