Eksodus Kader PAN ke Partai Ummat Nyata

waktu baca 2 menit

KEMPALAN: Sejak digaungkannya Partai Ummat oleh politisi senior yg juga mantan Ketua PP Muhammadiyah dan Ketua MPR RI Prof. KH.Amien Rais di penghujung 2020 lalu, berbagai spekulasi muncul.

Tidak sedikit pegiat politik hingga pengamat menilai bahwa Partai UMMAT akan menjadi ancaman bagi PAN, sebagaimana disampaikan pengamat politik dari FISIP UGM Kuskridho Ambardi yang ditulis di laman Kompas.com  (1/10/2020).

Terlepas dari berbagai kemungkinan yg bisa terjadi, memang sosok Amien Rais masih menjadi magnet, khususnya di kalangan Islam moderat karena sikap dan kritiknya yang lantang terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan. Hal yg masih segar dalam ingatan adalah keberanian Amien Rais yang terus menyuarakan kematian enam laskar FPI akibat penembakan oleh aparat negara, yang sering tayang di channel youtube Amien Rais.

Konsolidasi inisiator Partai Ummat Kota Surabaya bersama koordinator kader kecamatan se-Surabaya.

Konsistensi di jalur oposisi kritis yang diperankan oleh Amien Rais itulah yang menjadi sebab gencarnya pergerakan animo masyarakat di level grass root, yang tetap mengharapkan peran seorang Amien Rais dalam kancah bernegara. Fenomena inilah yang menjadi jawaban atas pernyataan bahwa  ketika Partai Ummat mulai digaungkan, maka akan berdampak signifikan terhadap perpindahan arus bawah pemilih PAN ke Partai Ummat.

Seperti hal yang terjadi saat inisiator Partai Ummat Kota Surabaya mengundang perwakilan kecamatan-kecamatan sebagai proses tindak lanjut penataan pengurus di level kota dan kecamatan pada 17 Februari 2021 bertempat di Warung Sovie Jl. Dr.Ir.H.Soekarno 220 Surabaya, maka nampak yang hadir dari beragam latar belakang. Yang menarik adalah kehadiran kader-kader dan aktifis Muhammadiyah di tingkatan kecamatan juga beberapa pengurus inti PAN kecamatan.

Tentu gejala dan geliat perpindahan pengurus pengurus inti PAN di semua level bisa saja terus terjadi, dan jika hal tersebut mendapat atensi khusus dari segenap inisiator Partai Ummat, maka bisa disebut prahara legitimasi bagi PAN. (*)

Penulis adalah aktivis Partai Ummat dan loyalis Amien Rais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *