TUBAN-KEMPALAN: Beberapa saat yang lalu beredar sebuah video yang memperlhatkan warga di sebuah desa memborong puluhan mobil dan kemudian menjadi viral di dunia maya yang kemudian diketahui bahwa itu direkam di sebuah desa di wilayah Tuban Jawa Timur.
Hal tersebut disebabkan ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mendapat ganti rugi dari PT Pertamina karena menjual tanahnya untuk dibangun kilang minyak Grass Root Refinery (GRR), patungan Pertamina-Rosneft asal Rusia dan kemudian berbondong-bondong membeli mobil mewah.
Namun tidak banyak yang mengetahui siapa yang pertama kali merekam kedatangan puluhan mobil yang dikawal oleh pihak kepolisian tersebut dan kemudian video tersebut dibagikan banyak orang di media sosial.
Adalah Tain (38), warga Desa Sumurgeneng inilah yang pertama kali merekam kedatangan mobil-mobil mewah tersebut yang sebenarnya hanya untuk dokumentasi pribadi dan kemudian di unggah di media sosial miliknya.
“Awalnya hanya iseng, tidak ada fikiran bakal menjadi viral,” ujar Tain ketika di temui awak media, Rabu (17/2/2021).
Tain mengaku bahwa video tersebut direkam menggunakan telepon genggam miliknya pada saat kedatangan mobil-mobil tersebut pada hari Minggu 14 Februari 2021 pukul 14.00 WIB yang lalu.
“Setelah saya rekam kemudian di unggah ke Facebook pribadi , lalu ke Miot, Jitu, status Wa,” ungkapnya.
Bapak dua anak ini mengatakan tujuan membagikan video tersebut ke media sosial karena merasa ikut bersyukur atas rejeki yang di terima oleh warga desanya sehingga bisa membeli mobil dan juga tanah.
“Ketika mobil-mobil tersebut datang saya merasa ikut bahagia dan hanya ingin ikut membagikan kebahagiaan warga desa sini,” bebernya.
Sementara itu, Tain juga sebenarnya juga mendapatkan ganti rugi dari perusahaan plat merah tersebut sebanyak 9,7 Milyar namun belum dipergunakan untuk membeli mobil seperti warga lainnya.
“Saya fokus investasi ke tanah pribadi, dan kebetulan saya sudah membeli lahan di desa Suwalan Kecamatan Jenu,” jelasnya.
Lebih lanjut Tain berharap agar dana yang diterima oleh warga bisa bermanfaat dan berguna untuk kedepannya sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat.
“Semoga warga bisa mengatur keuangan dengan baik dan tidak di hambur-hamburkan,” pungkasnya. (Royvi Novriansyah)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi