Tuchel Bawa Chelsea Bangkit, Werner Buka Puasa Gol
LONDON-KEMPALAN: Kemenangan Chelsea atas Newcastle memang merupakan hasil yang positif, namun lebih dari itu, kemenangan tersebut juga menunjukan kembalinya rasa kepercayaan diri beberapa pemain Chelsea. Timo Werner mengakhiri puasa golnya, sementara Kepa berhasil mencetak clean sheet
Malam itu hampir sempurna untuk Chelsea, satu-satunya kecacatan adalah cederanya Tammy Abraham di babak pertama. Sebuah kerugian besar untuk Chelsea karena sang bomber sedang dalam performa baik.
Beruntung Chelsea punya Olivier Giroud, pengganti yang dapat selalu diandalkan. Giroud berhasil membuka kebuntuan Chelsea dengan mencetak gol di menit ke-31
Gol kedua Chelsea dicetak oleh Timo Werner di menit ke-39. Gol itu menandai akhir dari perjalanan puasa gol sang striker asal jerman. Gol tersebut menjadi istimewa karena mengakhir kemarau panjang tanpa gol Werner selama 13 laga di Liga Inggris.
Detik-detik sebelum terciptanya gol mungkin sangat menegangkan bagi Werner. Chelsea sudah unggul 1-0 saat itu, menyusul gol pembuka Giroud, di mana Werner juga memainkan peran kunci dengan memperdaya Emil Krafth untuk memukul bola ke gawang, di mana dari hasil pertarungan tersebut, memungkinkan Giroud melakukan tendangan dengan nyaman. The Blues kembali mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol saat mereka mendapat kesempatan sepak pojok. Werner menemukan dirinya di tiang jauh saat bola masuk dan entah bagaimana mengarah kepadanya, dia terpeleset dan meluncur, tetapi berhasil mengarahkan bola melewati garis, meskipun dihalangi kiper New Castle Karl Darlow
Kemudian datang pemeriksaan VAR untuk memeriksa apakah bola mengenai tangan Giroud sebelum sampai ke Werner. Saat menunggu keputusan, dia memberi tahu rekan satu timnya di ruang istirahat bahwa hanya keberuntungan jika serangannya tidak dianulir. beruntung bagi pemain internasional Jerman tersebut, wasit tidak menggagapnya sebagai hands ball. Werner – lengkap dengan bibir berdarah – menatap sekilas ke langit, dan kemudian menghembuskan napas. Momen tersebut menandai akhir dari perjalanannya tanpa golnya. Kebetulan gol itu tercipta pada menit ke-1000 dari kemarau panjang ini.
Gol tersebut merupakan Gol ke-4 Werner dari 23 pertandingan yang telah ia lalui di Liga, tentu rekor tersebut bukan manjadi catatan yang istimewa jika dibandingan dengan rekor 34 golnya dalam 45 pertandingan saat masih berseragam Leipzig musim lalu. Rekor pencetak gol tersebut lah yang mendorong Chelsea menghabiskan £ 45 juta untuk membawa Werner dari Bundes Liga
Kurangnya produktivitas bukan karena Werner tidak ingin mencoba. Dia telah mencoba berbagai hal di Chelsea. Namun ketidakcocokanya dengan skema permainan Frank Lampard menyebabkan Werner menjadi sosok yang frustrasi dan putus asa di Chelsea.
Di bawah pimpinan Tuchel, Werner akhirnya mulai berhasil pulih, dua assistnya melawan Sheffield United pada 7 Februari dan satu golnya saat melawan New Castle pagi dini hari tadi, menunjukan bahwa Werner mulai kembali ke performa terbaiknya.
“Saya senang saya mencetak gol, akhirnya,” kata Werner usai pertandingan. “Jalan yang masih panjang di sisa musim ini. Sebagai seorang striker, saya selalu ingin mencetak gol.”
Selain itu, kemenangan Chelsea atas New Castle juga menandai kembalinya Kepa Arrizabalaga di Liga Primer Inggris. Sang kiper termahal dunia itu telah lama tidak diturunkan di liga sejak 17 Oktober, setelah ia kebobolan 3 gol saat melawan Southamton. Sejak saat itu Kepe melihat Edouard Mendy mengambil tempatnya sebagai kiper utama Chelsea
Namun, setelah penampilan impresif Kepa melawan Barnsley pekan lalu di Piala FA, Tuchel melanjutkan kebijakannya dengan memberi kesempatan kedua untuk pemain yang tampil mengesankan dan pemain internasional Spanyol itu membayar kembali kepercayaannya. Kepa berhasil membayar lunas kepercayaan sang pelatih dengan mencetak clean sheet malam itu.
Pencapaian tersebut tentu menjadi modal berharga bagi Kepe yang telah banyak mendapatkan kritikan dari fans sebagai kiper ahli blunder. Melalui hasil tersebut Kepe menunjukan bahwa dia masih layak untuk diberikan kesempatan lebih untuk menjaga gawang Chelsea di berbagai pertandingan kedepan
Pertandingan malam itu, juga menjadi ajang pembuktian dari hasil revitalisasi Tuchel di kubu Chelsea. Melalui pertandingan kemarin malam kita dapat melihat tanda-tanda awal bagaimana pola penampilan Chelsea dalam jangka panjang kedepan. Mateo Kovacic adalah detak jantung tim yang menentukan tempo permainan dari tengah lapangan. Umpan bola jarak jauh maupun pendeknya yang rapi sering menjadi katalisator untuk transisi permainan tim. Dengan Alonso telah di sayap kiri dan Callum Hudson-Odoi di sebelah kanan. Mason Mount kembali menjadi berbahaya – dan seharusnya meraih gol ketiga untuk Chelsea di babak pertama jika tendangannya tidak melebar – sementara itu, lini pertahanan juga terlihat cukup solid
Membangun kembali kepercayaan diri pemain adalah salah satu tugas utama Tuchel ketika dia mengambil alih Chelsea pada akhir Januari. Malam itu, Tuchel berhasil mengembalikan kembali kepercayaan diri para pemain, terutama Werner dan Kepa
“Timo sangat menentukan bagi kami hari ini,” kata Tuchel saat diwawacarai usai pertandingan. (edwin fatahuddin/espn)









