Senin, 9 Februari 2026, pukul : 10:11 WIB
Surabaya
--°C

Kontak Tembak dengan KKSB, Satu Prajurit TNI Gugur

JAYAPURA – KEMPALAN: Kontak tembak antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dengan aparat keamanan kembali terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (15/2).

Dalam kontak tembak tersebut, satu anggota Yonif Raider 400/BR bernama Prada Ginanjar gugur dengan luka tembakan di bagian perut.

Jenazah Prada Ginanjar sudah dievakuasi ke Kabupaten Mimika menggunakan helikopter TNI AD sekira pukul 09.35 WIT.

Asops Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Tadi (kemarin, red) sudah di evakuasi ke Brigif. Sementara ini (korban-red) disemayamkan di Yonif 754,” ucap Suswatyo.

Direncanakan, jenazah diberangkatkan, Selasa (16/2) hari ini ke Jakarta menggunakan pesawat komersil untuk selanjutnya dimakamkan di kampung halamannya di Jawa Barat.

Secara terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw turut prihatin dan berduka cita atas beberapa kejadian yang terjadi di wilayah Kabupaten Intan Jaya.

Dikatakan, pihaknya sudah berkolaborasi dengan Pangdam dan jajaran untuk berbagi tugas menangani kejadian ini. Sebagaimana TNI hadir untuk membantu kepolisian dalam rangka upaya penegakan hukum.

“Kekuatan dan satuan tugas khusus sudah ditunjuk, hanya saja ada kendala terutama keadaan alam di wilayah tersebut. Sebagaimana Intan Jaya memiliki spesifikasi karakter yang berbeda  dengan beberapa wilayah di pegunungan di Papua,” ungkap Kapolda Paulus Waterpauw kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (15/2).

Pihaknya juga akan bersinergi dengan pemerintahan untuk membantu menyuarakan kepada kelompok ini agar tidak lagi melakukan kekerasan secara terus menerus dengan cara-cara seperti ini.

“Kita bisa berhadapan dengan kelompok ini, asalkan saat berhadapan mereka tidak melibatkan masyarakat yang lain. Kita akan melakukan tindakan tegas terukur,” tegasnya.

Meski aparat keamanan dan KKSB sering terlibat kontak tembak, Kapolda mengaku secara umum situasi di Intan Jaya relatif aman. Ia juga berharap terkait dengan warga yang mengungsi untuk tidak dimainkan oleh pihak lain bahwa terjadi pengungsian besar-besaran.

Irjen Paulus Waterpauw juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) ikut turun tangan menyelesaikan masalah di Intan Jaya.

Hal itu diperlukan karena persoalan di Intan Jaya tidak cukup hanya mengandalkan peran aparat keamanan dan bupati setempat.

“Kami berharap tidak hanya Bupati yang menangani, harus ada peran dari DPRP, Pemprov Papua, turun dong, datang dan ajak (masyarakat) bicara, kalau kami aparat yang bicara, masyarakat sudah apriori dan kemudian pendekatannya pasti dengan imbauan. Tapi, kalau tidak mau pasti kami jalankan peran dan fungsi kami, karena buktinya anggota jadi korban terus,” tutur Paulus. (fia/ade/nat/cepos)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.