Detektor Covid i-nose c-19 ITS Mulai Diterapkan

waktu baca 2 menit
i-nose c-19 mulai dipakai untuk untuk memeriksa kesehatan panitia Ini Lho ITS! (ILITS) 2021. ILITS ini adalah wadah pengenalan ITS kepada dunia luar.

SURABAYA-KEMPALAN: Tim ITS terus mengembangkan pembuatan alat pendeteksi Covid-19. Alat yang diberi nama i-nose c-19 itu bahkan kini sudah bisa dimanfaatkan.

Salah satu praktiknya yakni pemakaian i-nose c-19 untuk untuk memeriksa kesehatan panitia Ini Lho ITS! (ILITS) 2021. ILITS ini adalah wadah pengenalan ITS kepada dunia luar. Pelaksanaan ILITS tahun ini tetap berlangsung meskipun harus dilakukan secara daring selama dua hari, 6-7 Februari 2021.

Nah, i-nose c-19 dipakai untuk mereka yang sedang bertugas di Laboratorium Pemrograman Departemen Teknik Informatika ITS, Sabtu (6/2). Hal ini untuk memastikan semua panitia yang sedang bertugas secara luring dalam keadaan sehat dan bebas dari Covid-19.

Untuk cara kerja i-Nose C-19, cukup dengan mengambil sampel dari bau keringat ketiak (axillary sweat odor) seseorang. Setelah didapatkan sampelnya, bau akan diubah menjadi sinyal listrik kemudian diklasifikasikan oleh artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Sebagaimana diketahui, guru besar ITS Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD mengembangkan inovasi alat deteksi Covid-19 melalui bau keringat ketiak. Namanya i-nose c-19. Inovasi teknologi yang telah melalui tahap I uji klinis itu dipresentasikan di depan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Tim pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan itu dipimpin langsung oleh guru besar dari Departemen Teknik Informatika ITS dan melibatkan mahasiswanya dari jenjang magister dan doktoral.

i-nose c-19 merupakan alat skrining Covid-19 pertama di dunia yang mendeteksi melalui bau keringat ketiak (axillary sweat odor). i-nose c-19 bekerja dengan cara mengambil sampel dari bau keringat ketiak seseorang dan memprosesnya dengan menggunakan AI.

”Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan i-nose c-19 tidak mengandung virus Covid-19,” ungkapnya. (sub/jaw/kum/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *