KEMPALAN-SURABAYA: Rencana pendirian rumah sakit khusus Covid-19 di apartement Cito, ditolak
Perkumpulan Penghuni Pemilik dan Pedagang (P4) Cito. Sejumlah pedagang Mall Cito melakukan aksi protes dengan menggelar poster penolakan di area mall pada Rabu (3/2).
M Yasid Mualim Sekretaris P4 Cito, menyayangkan rencana pendirian rumah sakit tersebut. “Program pemerintah sudah jelas untuk memutus wabah Covid-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Ini malah penderita Covid-19 mau didekatkan ke kita” ujarnya.
Yasid menyatakan, Cito merupakan area ekonomi. Didalamnya terdapat food court, toko baju dan lain-lain. Tapi mengapa malah hendak dijadikan RS Covid-19.

Yasid menjelaskan rencana pendirian rumah sakit di area apartement sudah ada sejak tahun 2014. Namun sampai sekarang tidak terealisasi sebab tak memenuhi syarat.
“Sebelumnya para pedagang dan pemilik sudah ingin berkomunikasi dengan pihak manajemen setelah mengetahui kabar rencana pendirian rumah sakit, tapi baru kemarin ditanggapi,” terang Yasid.
Menurut Yasid, pihak manajemen mengaku tidak tahu terhadap rencana tersebut. “Ini aneh, padahal mereka ini satu grup dan satu area. Bagaimana mereka tidak tahu,” tegasnya lagi.
Sementara itu Hotman penasihat P4 Cito menambahkan, jika kondisi mall ditengah pandemi sekarang ini sepi pengunjung. “Apalagi nanti akan berdiri rumah sakit Covid-19 di area mall,” jelasnya.
Hotman menegaskan para pedagang sepakat memboikot pembayaran service charge sampai tuntutan mereka agar rencana pendirian RS Khusus Covid-19 batal dipenuhi. “Untuk membayar pegawai SPG saja kita susah apalagi membayar service charges,” tegasnya. (bam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi