JLLB-Radial Road Terbangun, Ciputra Siapkan CitraLand Menganti
SURABAYA-KEMPALAN: Jika jalan lingkar luar barat (JLLB) dan radial road Surabaya sudah terbangun, sejumlah rencana besar akan dieksekusi PT Ciputra Development Tbk di township atau kota mandiri CitraLand Surabaya. Salah satunya, adalah pengembangan CitraLand Menganti yang sudah masuk area Gresik Selatan.
“Pengembangan CitraLand Menganti sekitar kurang lebih 50 ha. Sekitar 15 ha untuk taman terbuka dan rekreasi. Di sana nanti ada fasilitas banyu mumbul. Sedangkan 35 ha sisanya untuk hunian dan fasilitas pendukung,” terang Senior Director PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus.
Menurut Sutoto, CitraLand Menganti akan tersambung dengan infrastruktur CitraLand Utama, yakni CitraLand Selatan di Surabaya. “Masih dekat dengan kompleks Citraland CBD. Kalau CitraLand Menganti ini masih dalam progress desain oleh konsultan kita,” papar Sutoto kepada kempalan.com. Lokasinya di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik.
Adapun pengembangan area CitraLand CBD akan seluas sekitar 35 ha. “Di sana akan terbangun mall, apartemen, rumah sakit, universitas, dan segala fasilitas pendukungnya,” lanjut Sutoto.
Kalau untuk Mal Citraland Surabaya, kata Sutoto, progress pembangunan sudah mencapai 20%. “Target pembangunan selesai sekitar 2023 dengan okupansi tenant sudah terisi 25 persen. Sudah progress pancang,” ujar dia.
Sementara itu, City Manager CitraLand Surabaya Nada Putri mengutarakan kepada kempalan.com, untuk JLLB total panjang jalannya sekitar 9,5 kilometer. “Yang masuk dalam area CitraLand Surabaya sekitar 4,3 kilometer dan sudah dibangun sekitar 1,6 kilometer. Yang sudah terbangun terletak di area Lakarsantri dan Made,” papar Nada. Yang belum terbangun, kata Nada, memang masih beberapa spot, di antaranya karena ada beberapa lokasi yang belum bebas.
Sedangkan untuk radial road, dari rencana total panjang jalan 4,6 kilometer, total jalan yang masuk dalam area CitraLand Surabaya sekitar 2,5 km. “Radial road di sisi CitraLand sudah terbangun hampir 100% mulai dari sisi timur Masjid Baiturrozaq CitraLand ke arah Barat,” papar Nada.
Nada melanjutkan, CitraLand Surabaya memiliki total izin lokasi 2500 ha. “Yang sudah terdevelop saat ini 1000 ha. Total unit terbangun rumah dan ruko sekitar 11.000 unit, dengan total penghuni sekitar 11.000 kepala keluarga. Next development 1500 ha lagi,” ujar Nada.
Wakil Ketua DPW Nasdem Jatim Bidang Media dan Komunikasi Publik Vinsensius Awey menilai pembangunan JLLB dan radial road Surabaya adalah bukan soal kepentingan warga CitraLand lagi. “Ini sudah kepentingan masyarakat secara luas, khususnya warga Surabaya Barat. Selama ini, akses jalan yang menghubungkan Surabaya Barat dengan Surabaya bagian lainnya hanya mengandalkan Jalan Mayjen Sungkono,” papar Awey, yang juga warga CitraLand.
Menurut mantan anggota DPRD Kota Surabaya ini, dengan ruas jalan yang ada saat ini sangat tidak memadai seiring perkembangan pesat kawasan Surabaya Barat. Pemukiman, aktivitas ekonomi, bertambahnya volume kendaraan kian pesat di Surabaya Barat.
“Ruas jalan yang dimiliki saat ini tidak berimbang dengan pertumbuhan kawasan Surabaya Barat. Jadi penambahan alternatif jalan seperti JLLB, jalan lingkar dalam barat (JLDB) dan radial road sangat dinantikan masyarakat Surabaya, khususnya masyarakat Surabaya Barat,” pungkas Awey. (Freddy Mutiara)








