Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 22:46 WIB
Surabaya
--°C

Nyaris Emas di Tengah Kepungan Raksasa Dunia, Putu Ari dkk Buktikan Jatim Poros Kekuatan Timnas Indonesia

SURABAYA-KEMPALAN: Meski emas belum merapat ke pangkuan, kepulangan tiga atlet woodball andalan Jawa Timur dari ajang Hong Kong International Open Woodball Championship 2026 membawa narasi kebanggaan yang berbeda. Di balik medali perak dan perunggu yang dikalungkan, terselip pesan kuat: Jawa Timur bukan sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung sekaligus poros kekuatan baru Indonesia di kancah dunia.

Tiga nama sakti; I Putu Ari Kuncoro, Albertus Nathan Yusanto, dan Ailen Christabel Melati Putri, menjadi aktor intelektual di balik performa impresif Timnas Indonesia di Victoria Park, Hong Kong.I Putu Ari tampil fenomenal dengan menyabet status Double Silver Medalist di nomor bergengsi Single Stroke Putra dan Team Stroke Putra. Sementara itu, Albertus Nathan turut menyumbang perak di Team Stroke Putra, dan Ailen Christabel melengkapi dominasi dengan perak di Team Stroke Putri serta perunggu di Team Fairway Putri.Pesan Tegas Ali Kuncoro: Mentalitas Pemenang Telah Lahir.

Menanggapi capaian ini, Ketua Umum Pengprov IWBA Jatim, Ali Kuncoro, melalui Ketua Harian IWBA Jatim, Nurul Hidayati, melayangkan apresiasi yang tajam sekaligus mendalam. Menurutnya, ini adalah validasi atas sistem pembinaan Jatim yang “haus” prestasi.”

BACA JUGA  Cara Elegan DPC PDI Perjuangan Gresik Antar Keberkahan Iduladha ke Pintu Rumah Warga

Hasil di Hong Kong ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bukti bahwa pembinaan Woodball di Jawa Timur sudah berada di jalur yang benar (on the track). Kita tidak hanya bicara soal medali hari ini, tapi soal mentalitas pemenang yang sudah terbentuk di level internasional,” tegas Nurul Hidayati menyampaikan pesan Ali Kuncoro.

Lebih lanjut, Nurul menekankan bahwa Hong Kong Open hanyalah titik awal dari road map besar Jatim menuju kejayaan absolut. “Hasil ini adalah modal krusial. Ini ‘pemanasan’ yang sangat berkualitas sebelum kita menatap kejuaraan yang lebih tinggi. Fokus utama kita sudah jelas: memetakan kekuatan untuk mendominasi total di PON 2028 mendatang,” tambahnya.

Putu Ari: Teknik Merata, Jam Terbang Jadi PembedaDi lapangan, pertarungan ternyata jauh lebih “berdarah”. I Putu Ari menceritakan betapa ketatnya persaingan di Hong Kong karena seluruh negara menurunkan skuat terbaik mereka demi gengsi dunia.”Persaingan sangat ketat. Tuan rumah Hong Kong, Thailand, hingga Malaysia menurunkan atlet-atlet terbaik mereka tanpa celah. Secara teknik, jujur kita hampir merata dengan mereka. Tidak ada yang perlu ditakuti,” ungkap Putu Ari secara eksklusif.

BACA JUGA  Polisi Sidoarjo Gandeng Gapoktan untuk Keberhasilan Tanaman Jagung

Namun, Putu memberikan catatan kritis terkait evaluasi di lapangan. “Hanya saja, jam terbang yang membedakan. Mereka lebih sering mencicipi atmosfer kompetisi internasional. Itu yang membuat mereka sedikit lebih tenang di poin-poin kritis. Tapi secara kualitas pukulan, pendekar Jatim sudah mampu meladeni mereka,” pungkasnya.

Dengan performa peringkat 4 hingga 6 di nomor Double Stroke, Mix Stroke, dan Team Fairway, skuat Jatim membuktikan kedalaman tim yang merata.

Pasca-Hong Kong, Pengprov IWBA Jatim dipastikan akan tancap gas melakukan evaluasi teknis guna mengonversi perak menjadi emas di ajang internasional berikutnya dan menyapu bersih podium di PON 2028.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.