Rabu, 29 April 2026, pukul : 08:20 WIB
Surabaya
--°C

PBB: Respons Kemanusiaan di Timur Tengah Kian Memburuk dengan Kapasitas Layanan yang Tertekan Berat

KEMPALAN: Meskipun gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)-Iran dan gencatan senjata sementara di Gaza telah tercapai, badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (10/4) mengatakan layanan-layanan esensial bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh Timur Tengah berada dalam tekanan yang sangat berat.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebutkan sistem kesehatan di Lebanon kini sudah sangat kelebihan beban. Seorang perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Lebanon memperingatkan bahwa beberapa rumah sakit mungkin akan kehabisan pasokan penanganan trauma dalam beberapa hari ke depan akibat lonjakan jumlah korban.

OCHA menuturkan Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan bahwa serangan pada Rabu (8/4) di seluruh negeri menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya, menambah total korban jiwa sejak 2 Maret menjadi hampir 1.900 orang, dengan lebih dari 6.000 lainnya mengalami luka-luka.

“Pasokan yang seharusnya cukup untuk sekitar tiga pekan habis hanya dalam satu hari, yaitu pada Rabu lalu,” ungkap WHO, merujuk pada serangan masif Israel terhadap Lebanon. “Gangguan pada rantai pasokan dan lonjakan permintaan juga mengancam ketersediaan obat-obatan untuk penyakit kronis, seperti insulin,” imbuhnya.

WHO beserta para mitranya terus mendukung Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon dengan menyalurkan obat-obatan penyakit akut kepada lebih dari 57.000 pasien, serta menyediakan lebih dari 37.000 layanan konsultasi kesehatan primer bersubsidi sejak 2 Maret, tutur WHO.

OCHA juga menyampaikan keprihatinan atas serangan terhadap layanan kesehatan dan kedaruratan. Pada Jumat, serangan terhadap sebuah ambulans menewaskan dua petugas pertolongan pertama di Kota Deir Qanoun Ras el-Ain, Tyre.

Badan kemanusiaan tersebut menyatakan kebutuhan terus melampaui kapasitas yang tersedia.

“Seiring dengan situasi kemanusiaan yang terus memburuk, PBB menyerukan untuk segera melakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan,” kata OCHA. “Semua pihak harus melindungi warga sipil dan sepenuhnya menghormati hukum humaniter internasional. Tenaga kesehatan, ambulans, dan fasilitas medis harus dilindungi. PBB juga menyerukan adanya pendanaan dan dukungan lainnya serta akses untuk menyalurkan bantuan secara aman tanpa hambatan.”

Memasuki bulan keenam gencatan senjata di Gaza, OCHA mengatakan organisasi-organisasi kemanusiaan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyalurkan bantuan meskipun menghadapi banyak kendala.

OCHA menyatakan para mitranya yang menangani ketahanan pangan melaporkan bahwa pada pekan pertama April, mereka telah mendistribusikan dua paket makanan, biskuit berenergi tinggi, dan satu kantong tepung per keluarga kepada hampir 250.000 orang. Distribusi tersebut mencakup sekitar 75 persen dari kebutuhan kalori minimum mereka, meningkat dari 50 persen pada bulan-bulan sebelumnya. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan dukungan uang tunai, yang memungkinkan para keluarga untuk membeli kebutuhan pangan tambahan.

“Para mitra di sektor pendidikan terus membantu anak-anak belajar melalui fasilitas sementara,” sebut OCHA. “Pekan lalu, mereka mendirikan lima ruang belajar baru di wilayah kegubernuran Khan Younis dan Gaza Utara, serta memperbaiki 17 ruang kelas lainnya. Secara keseluruhan, lebih dari 580 ruang belajar sementara kini telah beroperasi di seluruh Gaza, melayani hampir 360.000 anak. Bulan lalu, sebagian besar anak-anak tersebut menerima sekitar 1,2 juta makanan ringan bergizi tambahan.”

Kantor tersebut mengatakan di Tepi Barat, pasukan Israel memperpanjang perintah militer selama dua bulan, sehingga memperlama masa pengungsian warga Palestina dari tiga kamp pengungsi di wilayah Jenin dan Tulkarm. Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) memperkirakan hal ini berdampak pada lebih dari 33.000 orang yang telah mengungsi sejak Januari 2025.

OCHA menyerukan pencabutan pembatasan-pembatasan tersebut, yang menyebabkan dan memperlama masa pengungsian warga sipil serta menghambat akses warga Palestina terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.