SURABAYA-KEMPALAN: China kembali mendesak semua pihak yang terlibat dalam perang Iran untuk menghentikan operasi militer secepatnya dan memulai proses perundingan damai sesegera mungkin, ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Kamis (2/4).
Mao menyampaikan hal itu dalam sebuah taklimat pers rutin setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (1/4) malam waktu setempat mengancam akan menyerang Iran “dengan sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan,” target waktu yang baru-baru ini ditetapkan oleh Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama satu bulan tersebut.
“Cara-cara militer tidak dapat memberikan solusi mendasar, dan eskalasi konflik tidak bermanfaat bagi kepentingan pihak mana pun,” tutur Mao.
Mao menyerukan kepada semua pihak yang terlibat agar menyelesaikan permasalahan melalui dialog dan perundingan untuk menghindari dampak lebih lanjut konflik tersebut terhadap perekonomian global dan keamanan energi dunia.
Saat dimintai komentar perihal laporan media bahwa universitas-universitas Iran menjadi sasaran serangan dalam perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel tersebut, Mao menegaskan kembali China menentang serangan terhadap warga dan fasilitas sipil, dan serangan terhadap sekolah merupakan pelanggaran yang lebih serius terhadap hukum humaniter internasional. Lebih lanjut, jubir tersebut mendesak penghentian aksi militer untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih buruk.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi