Senin, 25 Mei 2026, pukul : 20:59 WIB
Surabaya
--°C

Perlintasan KA Tanpa Palang di Jatim Tinggal 213, Ditarget Tuntas 2027

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono. (Foti: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, mengungkapkan jumlah perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jawa Timur kini tersisa 213 titik dari sebelumnya 555 titik.

Hal ini disampaikan Nyono kepada awak media usai mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas Mudik Gratis yang digelar Pemprov Jatim di depan Kantor Dishub Jatim, Kamis (19/3).

“Sejak 2022 hingga 2025, sudah lebih dari 300 titik yang kita selesaikan. Dari jumlah itu, Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa berkontribusi 132 titik,” ujarnya.

Nyono menyebut capaian tersebut tergolong luar biasa karena belum pernah ada kepala daerah yang membangun palang pintu perlintasan sebanyak itu. Atas kontribusi tersebut, Gubernur Khofifah bahkan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Target Penyelesaian dan Penutupan Perlintasan Kecil

Dari 213 perlintasan yang tersisa, sekitar separuhnya memiliki lebar di bawah 1,5 meter dan direncanakan untuk ditutup karena tidak layak dilalui kendaraan roda empat.

BACA JUGA  Rakernas KONI 2026 Finalkan Regulasi Baru, ORADO Resmi Dilegitimasi Sebagai Cabang Olahraga Prestasi

“Perkiraan kami nanti tinggal sekitar 100 titik yang akan diselesaikan. Targetnya, Jawa Timur bisa terbebas dari perlintasan tanpa penjaga,” jelasnya.

Pada 2026, Dishub Jatim menargetkan penambahan minimal 6 palang pintu karena keterbatasan anggaran. Namun, jika ada tambahan anggaran, jumlahnya bisa mencapai 50 titik. “Sehingga tahun 2027 kita harapkan semuanya sudah selesai,” tegasnya.

Fokus Wilayah Timur dan Jalur Double Track

Nyono menambahkan, titik rawan perlintasan banyak berada di wilayah timur seperti Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Selain itu, jalur rel ganda (double track) juga menjadi perhatian karena tingkat risikonya lebih tinggi akibat adanya dua jalur kereta.
“Ke depan, perlintasan di jalur double track juga akan kita tutup untuk mengurangi risiko kecelakaan,” katanya.

Antrean Penyeberangan Bergeser ke Gilimanuk

Terkait arus penyeberangan, Nyono memastikan kondisi di Pelabuhan Ketapang saat ini tidak mengalami antrean.

Sebaliknya, antrean justru terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Menurutnya, Ketapang bahkan membantu mengurai kepadatan dengan mengoperasikan tiga dermaga untuk sistem cepat bongkar muat.

BACA JUGA  Menuju Porprov X Jatim 2027: KONI Sidoarjo Sosialisasikan PORKAB dan Legitimasi Plt Ketua

“Kalau Ketapang tidak punya banyak dermaga, antrean bisa sangat panjang,” ujarnya.

Kecelakaan Menurun dan Trans Jatim Gratis

Nyono juga menyebut angka kecelakaan di perlintasan kereta api menurun signifikan, dari dua digit menjadi satu digit.“Terakhir hanya 9 titik kejadian, dan korban meninggal juga tidak banyak,” katanya.

Sementara itu, layanan Trans Jatim akan digratiskan selama dua hari pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yakni pada hari pertama dan kedua.

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Khofifah untuk meringankan biaya transportasi masyarakat, khususnya di kawasan Gerbangkertosusila.

“Gratis untuk semua rute Trans Jatim, kecuali layanan luxury karena dikelola swasta,” jelas Nyono.

Untuk arus mudik, diperkirakan sebanyak 24,9 juta orang akan masuk ke Jawa Timur, sementara 15,6 juta lainnya keluar dari provinsi ini.

Sedangkan pergerakan kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 33 ribu kendaraan masuk ke Jawa Timur, dan sekitar 250 ribu kendaraan keluar-masuk Surabaya setiap harinya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.