Seorang pejuang sejati tidak akan silau dengan kemenangan semu sebagai penghianat negara. Seorang pejuang sejati ditentukan oleh penolakan untuk membungkuk.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Darah pejuang Ali Khamenei: sebelum kamu mati, pastikan untuk memberi tahu anak-anakmu dan generasi mendatang bahwa kamu meyyaksikan era ini.
Ketika seorang pria berusia 86 tahun berdiri sendirian untuk membela Islam dan memberikan nyawanya. Sementara semua negara yang disebut-sebut tenggelam dalam kemewahan dan kesunyian.
Dia selamat dari upaya pembunuhan yang dimaksudkan untuk menghapusnya. Dia hidup melalui puluhan tahun akan menghancurkannya, hukuman ekonomi dimaksudkan untuk menghancurkan sebuah bangsa.
Dia berdiri di bawah tekanan tanpa henti, militer, politik, psikologi terus dipaksa untuk menyerah. Namun Dia tetap tegak tidak pernah membungkuk.
Sementara ancaman berputar, dia berdiri teguh. Sementara isolasi dikenakan, dia bertahan. Sementara kompromi ditawarkan dengan janji-janji kenyamanan dan kemegahan dunia .. Ia menolak.
Dia meyakini itu bukan kehidupan yang nyaman, ini adalah kehidupan Iblis. Kini telah syahid demi untuk agama dan martabat negaranya. Dia akan tetap hidup bagi generasi berikutnya.
Tapak-tapak sejarahnya bangsa Iran adalah bangsa pejuang tegak lurus diatas kebenaran bersandar pada aqidah hanya Allah SWT yang ditakuti. Mati syahid adalah dambaan semua generasi pada akhir hayatnya adalah sebuah kemenangan yang sesungguhnya.
Terpaan badai akan menenggelamkan, Dia tetap tak tersentuh, bukan tanpa penderitaan, rasa sakit tetapi tauhid telah tertanam dalam sanubarinya dengan keyakinan totwi (kaafah), melebihi rasa takut.
Sejarah mencatat dan mengingatkan banyak orang yang yang tersesat memilih keselamatan dengan menunduk mengira itu keselamatan dengan cara mudah.
Seorang pejuang sejati tidak akan silau dengan kemenangan semu sebagai penghianat negara. Seorang pejuang sejati ditentukan oleh penolakan untuk membungkuk.
Kau telah membungkuk, ingatlah ketika Kau Sudah Tidak Punya Malu Berbuatlah Sesukamu. Kau bisa menipu manusia tapi sekali-kali tidak akan bisa menipu Sang Pencipta.
Sifat patriot para pejuang kita, jangan dikotori dengan berlindung dengan nafsu Wahn (cinta dunia dan takut mati). Bahwa apakah itu kamu – hanya kamu yang mengetahui.
Begitu mudahnya membungkuk, tetap membela diri tanpa rasa malu lagi. Ketika Tuhan sudah tidak ditakuti, justru takluk dengan Iblis yang ada dalam dirimu. (*)
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi