Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 00:07 WIB
Surabaya
--°C

Situasi PBNU Stagnan: Tidak Ada Pergerakan Sama Sekali

Dan, pengalaman di PBNU sebagai Wakil PBNU, dan sudah bersedia menjadi Pjs. Ketua PBNU, pengganti Gus Yahya yang telah dimakzulkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, meski usianya lebih muda daripada 3 calon lainnya.

Oleh: M Ishaq Masykuri

KEMPALAN: Hingga saat ini belum ada pergerakan sama sekali di PBNU. Setelah pertemuan di pondok pesantren Miftahus Sunnah Surabaya, asuhan KH Miftachul Akhyar antara kelompok KH Miftahul Akhyar (Kiai Miftah) dan kelompok KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Sampai sekarang belum ada tindak lanjut hasil pertemuan Lirboyo kedua tanggal 25 Desember 2025.

Dalam pertemuan kedua itu setidaknya telah menghasilkan kesepakatan, yaitu pertemuan yang membahas persiapan konbes atau Muktamar ke-35, padahal Muktamar dipercepat paling lambat pada akhir tahun 2026.

Pertemuan di pondok pesantren Miftahus Sunnah yang mengundang Gus Yahya dan sebagai tuan rumah KH Miftachul Akhyar (Kiai Miftah), harapan Gus Yahya pertemuan tersebut membahas tindak lanjut yang disepakati dalam pertemuan Lirboyo ke-2 tanggal 25 Desember 2025.

Tetapi, ternyata hanya silaturahmi dan makan-makan saja, tidak ada pembahasan Muktamar yang dipercepat paling akhir 2026 yang merupakan hasil pertemuan di Lirboyo tersebut.

Saya bisa memahami kondisi tersebut sudah benar. Untuk masyarakat awal, ini memang bagus dan bisa meredam konflik.

Tapi, masalahnya masih banyak dan Komplek sehingga belum ada rapat resmi antara pihak Kiai Miftah dan Gus Yahya yang membahas rencana Muktamar.

Saya sebut satu saja masalahnya nanti kalau rapat antara kelompok Kiai Miftah dengan Gus Yahya, Siapa yang mewakili Ketua Tanfidyah. Apakah Gus Yahya atau  KH Zulfa Musthofa selaku Pjs. Ketum PBNU yang menggantikan Gus Yahya.

Kemudian dari Sekjend Saifullah Yusuf (Gus Ipul) atau KH Said Amin. Begitu pula dari Katib Aam KH Said Asrori atau Prof Moh Nuh. Demikian juga bendaharanya Good Fan atau Sumantri tentang bendaharanya.

Lebih rumit lagi karena untuk persiapan maupun Muktamar butuh dana dan jelas positif di rekeningnya siapa, harus ada kesepakatan antara Rois Aam dan Ketua Tanfidiah.

Jika ada perubahan pemegang rekening sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Apa dua pihak dilibatkan semua. Demikianlah masalah yang dihadapi PBNU dan masih banyak masalah-masalah lain.

Sosok Calon Ketua PBNU

Sesuai hasil Islah di Pesantren Lirboyo ke-2 disepakati bersama antara kubu Kiai Miftah dengan Gus Yahya segera dilaksanakan Muktamar ke-35 dipercepat paling lambat pada 2026 , tapi sampai sekarang setelah pertemuan di Pondok Pesantren Miftahus Sunnah Surabaya.

Namun, sampai sekarang belum ada pertemuan antar kelompok Kiai Miftah dan Gus Yahya membahas rancana Muktamar. Jadi situasinya stagnan, masih banyak permasalahan yang dihadapi.

Sekarang saya akan membahas calon Ketua Tanfidiah PBNU. Yang sudah beredar di media sosial ada 3 sosok calon Ketua Tannfidiah PBNU antara lain: 1. KH Said Aqil Sirodj; 2. KH Marzuki Mustakmar; 3. KH Abdul Hakim Mahfuz.

Dari 3 sosok ini menurut saya yang paling cocok adalah KH Abdul Hakim Mahfud dengan alasan: Paling muda usianya di antara 3 orang tersebut, yaitu KH Abdul Hakim Mahfudz ini untuk regenerasi atau penyegaran.

KH Marzuki Mustamar pendukung PWI SL yang anti Habib. Sedangkan KH Said Aqil Sirodj sudah pernah menjabat Tanfidiah PBNU 2 kali dan sudah tua.

Sesuai tulisan KH Imam Januari, LC, MA, bahwa KH Abdul Hakim Mahfud itu layak menjadi calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. Beliau lebih bersih dan tidak terlibat keributan di PBNU.

Calon Rois Aam PBNU

,

Sebetulnya untuk calon Ketua Umum PBNU itu banyak, tidak hanya tiga orang tersebut, namun itulah yang muncul di media social. Nah, sekarang saya akan memunculkan calon Rais Aam PBNU.

Menurut saya ada 4 orang yang layak dicalonkan sebagai Rais Aam PBNU. Yaitu,

1. KH Miftachul Akhyar sebagai calon inkanben sebagaimana inkanben Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

2. KH Makruf Amin, mantan Rais Aam PBNU dan Dewan Syuro PKB dan Mantan Wapres.

3. Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, Ketua PERGUNU (Persatuan Guru NU) NU Pusat, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur. Beliau juga Guru Besar Bidang Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya.

4. KH. Zulfa Mustofa, Pjs Ketua Umum PBNU. Mantan Wakil Ketua PBNU.

Menurut saya 4 orang tersebut layak memimpin PBNU ke depan. Mengapa saya juga memunculkan KH Zulfa Mustofa.

Alasan saya di Tanfidiah saya sudah mendukung KH Abdul Hakim Mahfud sebagai calon Ketua Umum PBNU. Sedangkan saya memunculkan Rais Aam PBNU KH Zulfa Mustofa karena kealiman beliau sebagai santri/kadernya KHA Sahal Mahfud juga dzurriyyah/turunannya KH Nawawi Banten.

Dan, pengalaman di PBNU sebagai Wakil PBNU, dan sudah bersedia menjadi Pjs. Ketua PBNU, pengganti Gus Yahya yang telah dimakzulkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, meski usianya lebih muda daripada 3 calon lainnya.

Demikianlah wacana dari saya mudah-mudahan menambah wawasan bagi warga NU.

*) M Ishaq Masykuri, Pengasuh Ponpes Putri Kuttabul Banat, Lasem, Jawa Tengah dan Cucu (Dzurriyah) Pendiri NU, Almaghfurlah KH Ahmad Baidlowi

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.