Minggu, 8 Maret 2026, pukul : 14:57 WIB
Surabaya
--°C

Adi Sutarwijono di Mata Ketua RW O4 Penjaringansari: Pak Adi Orang Baik dan Banyak Membantu Warga

Foto kenangan Ketua RW 04 Penjaringansari, Rungkut, Putut Pandu Purwoko (berjenggot, belakang almarhum Adi Sutarwijono) saat menghadari kegiatan warga. (Ist)

SURABAYA-KEMPALAN: Kabar meninggalnya Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono pada Selasa (10/2) malam, tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan, tapi juga warga Penjaringansari, Kecamatan Rungkut.

Maklum, di kampung yang terletak di kawasan Surabaya Timur inilah Adi Sutarwijono tinggal. Tepatnya di Jalan Pandugo Baru Blok U Gg 8 No.14, Penjaringansari, Kecamatan Rungkut.

Ketua RW 04 Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, Putut Pandu Purwoko mengaku sangat berduka begitu dapat kabar kalau warganya yang menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya dua periode itu meninggal dunia di  RS Jakarta, Selasa malam.

“Pak Adi itu orang baik. Beliau selalu membantu warga setiap ada kegiatan. Tidak hanya untuk keperluan kampung, tapi juga yang bersifat pribadi. Beliau selalu welcome, baik ketika masih tinggal di rumah pribadi maupun menetap di rumah dinas. Setiap ditelepon selalu diangkat, minimal dibalas lewat WhatsApp kalau lagi sibuk,” ungkap Putut, mengenang sosok Adi Sutarwijono.

Almarhum Adi Sutarwijono (tengah) didampingi Putut Pandu Purwoko (kiri) saat diskusi dengan warga di Balai RW 04 Penjaringansar.

Adi Sutarwijono sendiri, menurut Putut, pada periode pertama menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya (2019-2024), tidak mau menempati rumah dinas di Jl.Porong, Surabaya. Politikus asal PDI Perjuangan ini memilih tetap tinggal di rumahnya sendiri di Jl. Pandugo Baru Blok U, Penjaringansari, Rungkut. Alasannya, karena ia ingin dekat dengan rakyat.

“Pak Adi baru menempati rumah dinas setelah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya pada periode kedua (2024-2029),”  ujarnya.

Mengingat kesibukan Adi Sutarwijono, kata Putut, kalau warga ingin bertemu harus telepon dulu, setelah itu janjian untuk bertemu. Bahkan, sejak Adi menempati rumah dinas,  ia bersama anggota klub sepeda warga Penjaringansari yang bernama SEC (Sepeda Elek Club), tercatat sudah tiga kali diundang untuk mampir.

“Kita telepon dulu, lantas diminta mampir dan dijamu makan-makan,” ungkap pria jebolanTeknik Arsitektur ITS ini. “Pak Adi tidak pernah ikut sepedaan, tapi beliau menjadi salah satu donatur,” lanjut Putut.

Selain itu, banyak sekali bantuan Adi yang dirasakan warga. Diantaranya adalah bantuan pemasangan paving di RW O4 Penjaringansari bersama pembangunan Taman “Sandya Loka” yang kemudian diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, 2 tahun silam.
“Itu adalah kenangan yang tidak bisa saya lupakan, hingga sekarang,” akunya.

Termasuk membantu pembangunan masjid dengan uang pribadinya dan menjadi salah satu sponsor ketika warga Penjaringansari mengundang Gus Idham. Juga bantuan lainnya yang tidak bisa disebut satu per satu.

“Terakhir, Pak Adi memfasilitasi pentas Ludruk yang digelar warga di Balai RW O4 Penjaringansari pada November 2025 lalu,” kata Putut.

Karena itu, Putut bersama warga Penjaringansari mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Adi Sutarwijono. Bahkan, menurut dia, banyak warga yang menangis setelah mendengar kabar duka tersebut.

Sebenarnya, sambung Putut, warga tahu kalau Adi sakit. Tapi karena dirawat di Jakarta, mereka tidak bisa menjenguk dan hanya bisa berdoa dari jauh.

“Mewakili warga RW 04 Penjaringansari, saya menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Pak Adi. Selamat jalan Pak,” pungkasnya. (Dwi Arifin).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.