MALANG -KEMPALAN : Tim raksasa yang sempat tak terkalahkan, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, mendadak kehilangan taji dan babak belur di seri Malang. Mediol Setiofany Yoku dkk di bantai Jakarta Livin Mandiri dengan skor telak 1-3( 17-25, 22-25, 25-22,20-25).
Bukan hanya karena performa di lapangan, namun hilangnya sosok sang head coach asal Italia, Alessandro Lodi, dari bench pemain selama hampir sepekan terakhir menjadi misteri yang mencekam.
Tanpa komando Lodi, skuad bertabur bintang ini seolah kehilangan arah. Puncaknya, rekor manis mereka hancur berkeping-keping setelah menelan kekalahan beruntun di GOR Ken Arok, Malang. Publik bertanya-tanya: Sampai kapan Lodi menghilang?
Skuad Pincang, Mental Terguncang
Ketidakhadiran Lodi disebut-sebut sebagai faktor utama runtuhnya dominasi Gresik Phonska. Meski tim sempat berdalih sang pelatih sedang mengalami gangguan masalah kesehatan absennya yang terlalu lama memicu spekulasi liar di kalangan fans. Kehilangan sosok pemimpin di pinggir lapangan membuat instruksi tak berjalan maksimal, hingga memaksa tim bermain di bawah tekanan hebat.
Ancaman Nyata di Seri Bojonegoro
Kini, awan mendung membayangi persiapan menuju Seri Bojonegoro. Kabar buruk berembus bahwa Mediol Stiovanny Yoku dkk terancam masih harus berjuang tanpa Alessandro Lodi di bangku pelatih.
Jika sang arsitek tak kunjung kembali, misi bangkit di Bojonegoro bisa menjadi misi mustahil. Tanpa sentuhan taktik Lodi, posisi mereka di puncak klasemen kini terancam dikudeta oleh pesaing terdekat. Apakah manajemen akan mengambil langkah darurat, ataukah misteri hilangnya Lodi akan terus berlanjut hingga trofi juara menjauh dari genggaman?
Para pendukung kini hanya bisa berharap sang “Mister” segera kembali sebelum hama Gresik Phonska benar-benar menyerang.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi