Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan SLB-B Karya Mulia Surabaya menjadi negeri, Senin (5/1).
SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Sekolah Luar Biasa-B (SLB-B) Karya Mulia Surabaya menjadi sekolah negeri, Senin (5/1). Sebelumnya, sekolah ini berstatus swasta dan dikelola Yayasan Karya Mulia. Namun kini resmi berstatus negeri setelah melalui proses administasi dan dilakukan penyerahan ke Pemprov Jawa Timur.
Menurut Khofifah, perubahan status tersebut bermula dari niat yayasan untuk menyerahkan pengelolaan sekolah kepada pemerintah, yang kemudian ditindaklanjuti melalui proses legal, termasuk notaris, dan administratif hingga dinyatakan final.
“Setelah prosesnya selesai, mereka secara resmi menyampaikan ke pemprov dan menyampaikan melalui saya di Gedung Negara Grahadi, maka SLB-B Karya Mulia ini menjadi negeri,” jelas Khofifah.
“B itu berarti lengkap pelayanannya, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk satu disabilitas, yaitu tuna rungu,” tegasnya.
Khofifah menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sebetulnya sedang menguatkan skill, baik soft skill maupun hard skill dari SLB yang ada di Jawa Timur.” Karena selain SMA dan SMK, yang juga ada dalam kewenangan pemprov adalah SLB,” ujarnya.

Gubernur Khofifah bersama para siswa yang mendapat bantuan alat bantu dengar.
Hari ini, lanjut Khofifah, pemprov meresmikan renovasi dan revitalisasi tujuh SLB. Sebelumnya, pada 2 Januari kemarin meresmikan renovasi dan revitalisasi tiga SLB di Malang Raya. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman dan mendukung semangat siswa.
Dia juga mengungkapkan bahwa SLB Negeri Karya Mulia Surabaya dilengkapi dengan resource center yang akan bekerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo, kemudian Rumah Sakit Islam (RSI), dan Karya Mulia untuk melakukan deteksi dini.
Deteksi dini itu dari mulai kehamilan, sehingga semua bisa terdeteksi, terantisipasi, dan termitigasi. Dengan demikian semua layanan yang diberikan bisa lebih memberikan solusi.
“Misalnya alat bantu dengar itu kan ada batereinya. Di Jawa Timur, di kota mana saja yang menjual alat bantu dengar, itu harus dilatih keluarganya, supaya mereka mengetahui. Sehingga kalau ada sparepart di alat bantu dengar yang harus diganti, terutama baterai, mereka bisa mengganti,” terang Khofifah.
Anak

Siswa disabilitas yang mendapat bantuan kursi roda (barisan depan)..
Dulu, lanjut Khofifah, ketika masih di kementerian sosial, dirinya mengomunikasikan dengan Clinton Fondation yang timnya berjumlah 86 orang dokter. Karena itu, ia berharap di tingkat daerah bisa mendapatkan support itu.
“Dulu waktu di Kementerian Sosial kita bisa mendapat support dua kali. Yaitu satu pesawat boeing besar, yang jumlah dokternya saja 86. Tapi itu terkoneksi dengan toko-toko alat bantu dengarnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut Khofifah juga menyoroti pentingnya aksesibilitas dan sinergi lintas sektor, khususnya dalam membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
Dikatakan, kesempatan kerja sudah disiapkan pemerintah, namun perlu dukungan bersama agar dapat diakses secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, peresmian SLB Negeri Karya Mulia menjadi tonggak penting bagi Surabaya yang selama ini belum memiliki SLB yang berstatus negeri.
“Baru kali ini ada SLB di Surabaya yang statusnya negeri dan alhamdulillah dituntaskan dalam tahun 2025 atas arahan dan petunjuk Ibu Gubernur,” tuturnya.
Selain itu, Aries menyebut bahwa Gubernur Khofifah telah meminta kepada Dinas Pendidikan agar di berbagai wilayah di Jawa Timur yang belum mempunyai sekolah negeri, terutama SLB, agar segera dipenuhi. Proses tersebut terus berjalan dan ditargetkan tuntas hingga 2026.
Revitalisasi dan rehabilitasi SLB di Jawa Timur, kata Aries, didukung anggaran sekitar Rp130 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN, khusus untuk sekolah-sekolah berkebutuhan khusus.
“Dengan peresmian ini kami menegaskan sekali lagi bahwa Pemprov Jatim dan negara hadir di tengah-tengah masyarakatnya,” ucapnya.
Menurut Aries, SLB Karya Mulia yang berdiri sejak 1954 kini memiliki jenjang pendidikan lengkap dari TK-LB hingga SMA-LB, sehingga layanan pendidikan bagi anak tunarungu lebih terjamin, berkelanjutan, dan akuntabel.
“Anak tidak berjalan sendiri, orang tua tidak berjalan sendiri, dan sekolah tidak berjalan sendiri,” tegasnya.
Aries pun berharap dukungan anggaran ini terus ada di tahun-tahun berikutnya, termasuk di tahun 2026. Karena ia berharap mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur semakin meningkat “Tentunya dengan sarana dan prasarana yang terjamin,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi