Kepala BPBD Jàtim Gatot Soebroto.
SURABAYA-KEMPALAN:. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Gatot Soebroto meminta semua pihak berhati-hati dalam menghadapi cuaca ektrem. Sebab, berdasarkan data BMKG Juanda, bakal terjadi peningkatan signifikan curah hujan pada Januari tahun 2026.
Jika intensitas hujan pada Desember 2025 mencapai 20%, maka pada Januari diperkirakan meningkat hingga 58% atau hampir tiga kali lipat. Sedang pada Februari 2026 akan menurun menjadi sekitar 22%, meski masih lebih tinggi dibanding Desember 2025.
Menurut Gatot, mengantisipasi terjadinya banjir dan longsor akibat adanya potensi peningkatan signifikan curah hujan pada Januari hingga Februari 2026, BPBD Jatim telah melakukan komunikasi dengan seluruh BPBD seluruh Jawa Timur.
“Teman-teman saya imbau untuk segera melakukan langkah-langkah, seperti menginformasikan kepada masyarakat, menyiapkan sarana dan prasarana, serta melakukan evaluasi terhadap kondisi di wilayah sekitarnya,” kata Gatot, Rabu (31/12).
Langkah antisipasi tersebut, antara lain dengan melakukan bersih-bersih sungai dan penguatan tanggul. Juga melihat apakah di lereng gunung atau bukit-bukit ada material sampah yang menghalangi aliran air, karena punya potensi ancaman banjir bandang.
“Saya juga meminta teman-teman BPBD di seluruh Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan OPD dan institusi lain. Termasuk dengan TNI/Polri dan masyarakat agar bisa melakukan mitigasi awal, sehingga curah hujan yang tinggi tidak menimbulkan bencana alam yang bisa merenggut jiwa atau merusak wilayah,” jelasnya.
Tidak hanya itu. Menurut Gatot, atas perintah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, BPBD Jatim jjuga melakukan peningkatan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember lalu. Hal ini sebagai bagian dari ikhtiar mitigasi.
“Dengan OMC ini, diharapkan curah hujan yang ada di daratan Jawa Timur tidak terlalu deras karena dibuang ke laut,” tuturnya.
Ketika ditanya daerah di Jawa Timur yang rawan bencana alam akibat curah hujan tinggi, Gatot mengungkapkan bahwa sebagaimana informasi dari BMKG akan terjadi di wilayah Selatan. Di antaranya Banyuwangi, Lumajang, Jember, Malang,Trenggalek, dan Pacitan.
Karena itu, akan dilakukan antisipasi agar tidak terjadi bencana alam, seperti banjir. “Perlu dievaluasi lagi. Mungkin ada sampah yang menyangkut di jembatan atau sungai. Kalau ada, ya harus segera dibersihkan agar aliran air berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah antisipasi tersebut, diharapkan bencana alam dapat dicegah. “Kendati demikian, masyarakat kita imbau untuk tetap waspada,” pungkas Gatot.(Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi