Jumat, 24 April 2026, pukul : 07:45 WIB
Surabaya
--°C

Gunakan KRI Surabaya 591, Gubernur Khofifah Kirim Bantuan Logistik ke Bawean

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di daerah kepulauan. Kali ini, Gubernur Khofifah secara langsung melepas keberangkatan bantuan logistik untuk warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Surabaya 591 dari Dermaga Semampir Baru Koarmada II Surabaya, Jumat (5/9).

Pada kesempatan ini Gubernur Khofifah  didampingi Pangko Armada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut V/Surabaya Laksda TNI Ali Triswanto, dan Sekdaprov Jatim Adhy Karyono.

“Ini segera akan diberangkatkan KRI Surabaya 591. Kali ini akan membawa berbagai bantuan untuk saudara kita di Bawean,” kata Gubernur Khofifah saat pelepasan bantuan.

Dia menegaskan, kehadiran pemerintah melalui pengiriman bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Jatim untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Terlebih saat akses logistik terganggu.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk memberikan penjangkauan bagi masyarakat agar kebutuhan logistik mereka bisa terpenuhi,” ujarnya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau logistik yang dikirim ke Pulau Bawean dengan KRI Surabaya 591, Jumat (5/9).

Bantuan yang diberangkatkan cukup lengkap, mulai dari 10 ton beras Bulog, 1 ton minyak goreng, 1 ton telur, 5.000 paket sembako, 1 ton gula, 750 kg daging ayam, 487 kardus air mineral, 100 kotak biskuit, 100 kotak susu, 100 botol madu, serta 50 tabung gas ukuran 12kg.

Selain itu, turut dikirim bawang merah 100 kg, bawang putih 100 kg, cabai merah besar 50 kg, cabai rawit 50 kg, 750 kg ayam frozen serta mobil cold storage untuk menjaga kualitas bahan pangan segar.

Bantuan ini dikirim lantaran warga Pulau Bawean tengah menghadapi lonjakan harga bahan pokok yang signifikan akibat terganggunya distribusi logistik. Di sana, lanjutnya, harga daging ayam mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, sementara telur ayam dijual hingga Rp60 ribu per kilogram.

“Bisa dibayangkan hampir semingguan suplai logistik  sangat berkurang karena tingginya gelombang laut sehingga kapal barang tidak bisa beroperasi,” terang Khofifah.

“Kita membawa mobil cold storage kemudian kita juga bawa LPG 12 kg, kita juga bawa beras 10 ton tapi juga bawa beras yang di dalam paket sembako ada 5.000 paket. Termasuk telur ayam,” tambahnya.

Akses kapal penumpang dan barang dari Gresik ke Bawean yang terkendala  akibat gelombang tinggi membuat supply chain terganggu. Hal ini membuat kenaikan harga bahan pokok di wilayah Pulau Bawean tidak dapat dihindarkan.

“Kita ketahui bahwa gelombangnya cukup tinggi sehingga mulai tanggal 29 Agustus sesungguhnya kapal barang ini sudah tidak beroperasi karena gelombang yang tinggi. Kapal  penumpang mulai 1 September juga tidak beroperasi, dan baru hari ini mulai beroperasi kembali,” ungkapnya.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kelancaran suplai dan distribusi barang menjadi hal yang penting. Jalur laut juga menjadi faktor vital yang tidak dapat dikesampingkan.

Ketergantungan penuh pada kapal menjadikan distribusi barang sangat rentan terganggu. Kondisi ini sangat berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Tidak hanya mengirim logistik, KRI Surabaya 591 ini juga membawa puluhan pedagang yang memang kesulitan untuk bisa menyeberang ke Pulau Bawean. Penumpukan penumpang juga terjadi lantaran tidak adanya kapal penumpang yang beroperasi menuju Bawean.

“Ada 50 orang pedagang dari Gresik yang oleh Pak Bupati diarahkan ke sini ikut bersama-sama KRI 591 ini,” ucapnya.

Khofifah menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Bulog, Koarmada II, dan Kodaeral V yang ikut memastikan bantuan dapat segera tersalurkan. Sebelumnya ia meminta Sekdaprov Jatim Adhy Karyono untuk mengoordinasikan pengiriman bantuan ini.

“Yang punya kapal ini adalah Pak Pangkoarmada II. Terima kasih atas supportnya dan Dankodaeral V juga terima kasih,” katanya.

Lebih jauh, Khofifah berharap seluruh bantuan dapat tiba dengan selamat di Pulau Bawean dan segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan

“Mudah-mudahan semua bisa sampai kepada penerima. Besok pagi sampai, mudah-mudahan jam 6 sudah bisa merapat di Bawean,” harapnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.