Senin, 22 Juni 2026, pukul : 05:16 WIB
Surabaya
--°C

Demo Depan Grahadi Ricuh, 25 Sepeda Motor Dibakar Massa

SURABAYA-KEMPALAN: Aksi demo yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/8) berlangsung ricuh. Demonstran mengamuk. Sejumlah fasilitas hingga beberapa motor yang terparkir ikut dibakar.

“Ada sekitar 25 sepeda motor milik aparat dan pegawai yang terbakar,” kata salah seorang aparat yang ditemui di depan Gedung Grahadi.

Bahkan, seorang jurnalis ikut jadi korban dalam aksi solidaritas bela ojol yang tertabrak kendaraan rantis Brimob di Jakarta ini. Dia adalah Amar, jurnalis Koran Swara News. Ia menjadi korban ledakan gas air mata yang ditembakkan petugas dari dalam area Gedung Negara Grahadi saat tengah melakukan tugas peliputan.

“Saat itu, korban tengah berdiri berdekatan dengan pagar Gedung Negara Grahadi untuk mengambil visual gambar kericuhan demonstran. Dia kena serpihan pada bagian mata,” ucap Irman, salah seorang jurnalis rekan korban.

Sejumlah massa ojol juga melakukan pelemparan terhadap aparat kepolisian. Pelaku aksi yang mayoritas masih remaja tersebut juga mendorong pagar pintu gerbang Grahadi hingga salah satu sisinya jebol.

Aksi ini memanas dan ricuh setelah massa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi.
Sebelum ricuh, mereka berkumpul di Taman Apsari, lalu bergerak ke arah pintu gerbang masuk Gedung Grahadi. Mereka langsung memblokade Jalan Gubernur Suryo.

BACA JUGA  Surabaya Genjot Pendataan Bansos Lewat Perlinsos Digital, Ditarget Tuntas 7 Juli

Kebanyakan dari demonstran berpakaian serba hitam. Ada juga yang mengenakan jaket ojol. Lalu sebagian demonstran melakukan perusakan gapura peringatan HUT Kemerdekaan RI di depan Gedung Grahadi.

Mereka juga berteriak menantang aparat kepolisian yang bertugas melakukan penjagaan. “Kalau memang ingin tenang ayo keluar,” teriak salah seorang peserta aksi.

Aparat yang berjaga tampak bertahan di balik pagar menggunakan tameng pelindung dan memarkir mobil taktis saat para demontran melempari dengan berbagai benda. Gerbang pintu masuk Gedung Grahadi dikunci.
Kendati demikian, sebagian demonstran nekat mendorong dan memanjat pagar meski telah dihalau dengan meriam air.

Massa juga merusak pagar kawat berduri yang dipasang sebagai barikade di luar pagar. Sementara petugas berusaha mendinginkan suasana lewat pengeras suara, meminta para peserta aksi untuk demo dengan damai. “Jangan lempar-lempar,” pintanya.

Massa juga menyeret kawat berduri yang telah terpasang di depan Gedung Grahadi hingga ke tengah jalan. Sementara lemparan batu terus terjadi.
Sehingga polisi menyemprotkan water cannon ke arah demonstran hingga berkali-kali.

BACA JUGA  Polisi dan Petani Bersinergi, Ketahanan Pangan Pekarangan di Sedati Terus Diperkuat

Namun, sebagian peserta aksi ada yang berusaha menenangkan rekan-rekannya dengan meminta agar tidak terprovokasi. “Jangan terprovokasi. Tenang mari kita doa bersama dulu,” pintanya.

“Jangan lempar-lempar,” kata petugas kepolisian dari pengeras suara.

Massa lalu menyeret kawat berduri yang telah terpasang di depan Gedung Grahadi hingga ke tengah jalan. Lemparan batu terus terjadi. Polisi kemudian menyemprotkan water cannon ke arah demonstran hingga berkali-kali.

Hingga pukul 18.00 WIB, demo masih terus berlangsung. Hanya saja, lokasinya sudah bergeser. Sejak sekitar pukul 17.15 WIB massa aksi mulai meninggalkan halaman Gedung Grahadi dan bergerak menuju depan pusat pembelanjaan Plaza Surabaya atau Delta Plaza di Jalan Pemuda Surabaya.

Bahkan, di tempat ini massa sempat melemparkan bom molotov ke Gedung RRI yang lokasinya persis di depan Plaza Surabaya, sehingga membuat para karyawannya panik. Tapi, berkat kesigapan aparat keadaan bisa segera diatasi. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.