Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 01:55 WIB
Surabaya
--°C

Pelaksanaan cabor Petanque Porprov IX Jatim 2025 Berjalan Lancar Berkat Langkah Antisipatif Panpel

MALANG-KEMPALAN: Ketua Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jatim Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko S.Pd, M.Kes mengaku puas dengan pelaksanaan cabor Petanque Porprov IX Jatim 2025 yang berlangsung 29 Juni hingga 05 Juli 2025 di BeSS Resort & Waterpark Lawang Kabupaten Malang.

Pasalnya, selama 7 hari cabor Petanque digelar, semua berjalan lancar dan tidak ada kejadian yang kontroversial akibat keputusan wasit juri yang dinilai tidak adil oleh peserta. Hal ini bisa dilihat dari nihilnya protes dari seluruh kabupaten/kota yang ambil bagian.

“Alhamdulillah, selama 7 hari pelaksanaan cabor Petanque di Porprov IX Jatim 2025 berjalan lancar. Dan diikuti oleh 313 peserta. Saya rasa ini rekor dengan peserta terbanyak untuk cabor Petanque yang diikuti oleh 32 kabupaten/kota,” ujar Prof. Cahyo Sabtu (5/7/2025) di BeSS Resort & Waterpark Lawang Kabupaten Malang.

Pada gelaran Porprov IX Jatim kali ini, ada sebanyak 13 medali emas yang diperebutkan. Rinciannya terdiri dari katagori A, nomor single putra-putri, double putra-putri, triple putra -putri beregu putra -putri dan shooting putra -putri. Kategori B nomor campuran memainkan double mix, double mix A dan double mix B.

Meski cukup banyak nomor yang dipertandingkan, tidak ada keributan yang terjadi.

Benar saja, di saat cabor lain terjadi kesalahpahaman akibat keputusan wasit-juri yang tidak fair, di Petanque justru berjalan dengan baik. 

Hal ini tak lepas dari langkah antisipatif dari Ketua Pengprov FOPI Jatim dan panitia pelaksana.

” Dan bisa dilihat, semua persta puas karena semua sangat fair dan sesuai aturan THB. Tidak ada kecurangan selama pelaksanaan,” ungkap Prof. Cahyo.

Kekuatan Merata

Prof.Cahyo sendiri mengaku puas, karena pada Porprov kali ini kekuatan kabupaten/kota relatif merata. Ini bisa dilihat dari sebaran medali. Kalau pun Kabupaten Pasuruan tampil sebagai juara umum dengan 2 medali emas, 3 medali perak dan satu medali perunggu tapi daerah-daerah lain menunjukkan perkembangan yang cukup siginifikan. 

Dari daftar panpel, pada Porprov kali ini, dari 32 kota/kabupaten yang mengirimkan atletnya, sebanyak 13 kota/kabupaten berhasil mengantongi medali. Artinya, hampir separuh daerah membawa pulang medali. 

“Pasuruan memang bagus. Mereka punya atlet-atlet berkualitas yang tampil di final. Tapi daerah lain sebetulnya juga tidak kalah. Indikatornya jelas, dari jumlah atlet yang mereka kirimkan. Meski tidak sebanyak Pasuruan yang mengirimkan dua kali lipat lebih dari kontingen lain, raihan medali mereka tidak kalah atau bisa dibilang efektif,” tutur DCK. 

Ia juga menegaskan, bahwa juara-juara di Porprov kali ini bukanlah kejutan. Selain mereka intens berlatih, para juara ini rutin mengikuti kompetisi di setiap ajang atau turnamen yang digelar Pengprov FOPI Jatim atau open Tournament.

“Tidak ada yang instan untuk menjadi juara. Semua itu berkat kerja keras,” tegas pria yang juga Wakil rektor IV Unesa.

Seleksi Puslatda

Cahyo mengungkapkan, para juara di Porprov kali ini nantinya akan di beri kesempatan mengikuti seleksi Puslatda Jatim proyeksi PON NTT-NTB 2028 mendatang. Rencananya, mereka akan dimasukkan dalam daftar Puslatda pada Agustus 2025 nanti. 

“Kami kan memberlakukan promosi degradasi. Jadi, kalau atlet yang kemarin ikut Puslatda kalah dari atlet Porprov, otomatis akan kami ganti dengan pemenangnya. Ini bukti bahwa kami fair dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk promosi,” jelas Prof Cahyo.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.