Jumat, 17 April 2026, pukul : 20:44 WIB
Surabaya
--°C

Targetkan 20 Kursi di DPRD Jatim, Golkar Usung Bacaleg Milenial hingga Artis

SURABAYA-KEMPALAN: DPD Partai Golkar Jawa Timur mendaftarkan 120 bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Provinsi Jatim ke KPU Jatim, Minggu (14/5).

Kedatangan pengurus Partai Golkar Jatim ini diiringi dengan aksi seni Reog Ponorogo dan hadrah di depan Kantor KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis, Surabaya.

Ketua Golkar Jatim M Sarmuji mengatakan, Golkar siap bangkit di Jawa Timur dengan menargetkan perolehan 20 kursi di DPRD Jatim pada Pemilu 2024.

“Kami yakin Golkar kursinya meningkat pesat. Syukur-syukur memenamgi Pemilu 2024. Kami sempat menargetkan 17 kursi, tetapi melihat perkembangan dinamika saat ini dari hasil sejumlah lembaga survei, kami yakin bisa meraih 20 kursi,” kata Sarmuji kepada awak media usai pendaftaran bacaleg di KPU Jatim.

Sarmuji mengaku sudah menyiapkan bacaleg yang ampuh untuk menarik hati masyarakat. Antara lain dengan melibatkan bacaleg milenial, influencer, youtuber, advokad, pengasuh ponpes, hingga artis.

“Bacaleg kami performanya meyakinkan dengan komposisi berdasar latar belakang hampir seluruh profesi ada. Ada yang berlatar belakang mantan birokrat, influencer, selebgram, artis, youtuber, pengusaha, pengasuh ponpes, pekerja seni, advokat, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

“Insya Allah komposisi ini Golkar adalah partai yang bisa menjangkau ke seluruh komponen masyarakat, ke kelompok sosial masyarakat,” sambungnya.

Terkait komposisi perempuan, menurut Sarmuji, Golkar Jatim menyiapkan 45,8% bacaleg di DPRD Jatim. Dari total 120 bacaleg, 45% masuk kategori anak muda. Bahkan ada 4 bacaleg milenial usia 22 tahun di Golkar,” jelasnya.

Semenyara intuk petahana, dari 13 anggota Fraksi Golkar DPRD Jatim, 11 diantaranya maju kembali bacaleg DPRD Jatim.

Sarmuji juga mengaku kader Golkar Jatim datang ke KPU mengenakan setelan rompi, sarung, dan blangkon sebagai simbol nasionalis religius.

Khusus rompinya, Sarmuji mengaku sengaja menyiapkan banyak kantong untuk mendapat suara banyak bagi Golkar.

“Saya sengaja bawa rompi dengan banyak saku untuk mengantongi sebanyak-banyaknya suara untuk Golkar. InsyaAllah mencukupi untuk menampung kemenangan di 2024,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sarmuji menyatakan Golkar siap menjadi partai pemenang dan memberikan kesejahteraan ke seluruh masyarakat Indonesia.

“Golkar partai yang sangat menghargai kearifan lokal, tetapi juga menjunjung tinggi nilai universalitas dan keagamaan. Partai bersandar agama tapi menghargai kebudayaan. Golkar komitmen menjaga NKRI dan kohesifitas masyarakat Jatim,” ungkapnya.

Hanya saja, kata Sarmuji, dari 120 bacaleg yang didaftarkan tidak tercantum nama kepala daerah dari Partai Golkar. “Memang kepala daerah tidak kami calonkan sebagai bacaleg DPRD Jatim pada pemilu legislatif 2024,” katanya.

Sarmuji memiliki alasan sendiri kenapa para kepala daerah asal Partai Golkar tidak ikut didaftarkan sebagai bacaleg. Yaitu, kepala daerah yang kini masih menjabat dimimta lebih fokus membangun daerahnya.

“Kami ingin mereka konsentrasi membangun daerahnya. Kami ingin kepala daerah lebih mengutamakan pembangunan daerah dari pada urusan bacaleg,” ungkapnya.

Kepala daerah asal Partai Golkar yang tidak didaftarkan sebagai bacaleg, antara lain Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.

Sarmuji juga menjelaskan bahwa Partai Golkar memiliki cara tersendiri untuk meraih kemenangan di Pemilu 2024. Dalam penentuan daftar caleg sementara (DCS) Pemilu DPRD Provinsi, Partai Golkar bukan mengirim nomer urut, akan tetapi menggunakan sistem nama Abjad Huruf atau Alphabet.

Dengan cara tersebut, susunan nama calon legislatif yang dikirim ke KPU Jatim bukan menampilkan nomer urut. Akan tetapi menggunakan abjad nama depan. Hal ini berbeda dengan partai lain yang mengunakan nomer urut dalam daftar caleg sementara.

Menurut dia, nomer urut ditentukan sejumlah faktor sesuai kewenangan dan aturan di masing-masing partai. “Nanti akan kita evaluasi pada tahap selanjutnya untuk dicantumkan dalam DPT (Daftar Caleg Tetap),” jelas Sarmuji.

Partai Golkar, kata dia,  punya alasan kuat dalam menggunakan sistem Alphabet ini. Sebagai partai yang cukup matang menjadi peserta pemilu, Golkar punya tujuan para caleg yang didaftarkan ini dalam start yang sama.

“Kalau nanti startnya berbeda, nanti ada yang malas kampanye mencari suara. Sehingga kita menghargai proses, kita berharap semua bacaleg bekerja secara optimal untuk menang di Pemilu 2024,” kata Sarmuji memberi alasan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PG Jatim Heri Sugihono yang juga anggota tim teknis pendaftaran menambahkan, sistem Alphabet ini diterapkan sebagai penilaian partai terhadap caleg. Agar bacaleg semuanya turun ke bawah.

“Nanti kita lihat, mana saja caleg yang sudah bekerja keras dan layak mendapat nomer urut bagus di Dapil masing-masing,” kata Heri. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.