Kamis, 23 April 2026, pukul : 22:50 WIB
Surabaya
--°C

Indra Sjafri: Tak Ada Pantang Makanan untuk Pemain Timnas Selama Lebaran

JAKARTA-KEMPALAN: Pelatih Indra Sjafri menyebut bahwa tak ada pantang makanan yang dia berikan untuk para pemain Timnas U-22 selama merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini jatuh pada Sabtu (22/4). Bagi umat muslim momen lebaran tentunya menjadi kesempatan untuk berkumpul dan makan bersama keluarga dan sanak saudara.

Oleh karena itu, momen Lebaran sering identik dengan santapan-santapan kurang sehat, seperti lontong ketupat yang mengandung santan dan kue-kue kering yang manis.

Namun, bagi atlet yang harus terus menjaga kondisi dan kebugaran tubuhnya, tentu saja tak boleh sembarangan menatap makanan-makanan tersebut.

Terkait hal ini, pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra menyebut bahwa dirinya tak memberi larangan untuk pemainnya menyantap makanan khas Lebaran.

“Enggak (ada larangan), kita bebas. Sedikit. Kita juga tak boleh lah (melarang) ini kan Lebaran, masa sih cicipi sepotong lontong dan ketupat sayur kita enggak bolehkan?” kata Indra saat diwawancarai di Hotel Sultan, Jakarta.

“Tapi setelah itu kita cek lagi in body mereka, dikontrol, kalau memang naik, kita turunkan lagi.” tambah pelatih berusia 60 tahun itu.

Senada dengan Indra Sjafri, Dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi juga mengatakan bahwa tak ada pantang makanan untuk para pemain.

Namun, Syarif tetap mengingatkan agar para pemain tak berlebihan saat menyantap makanan kurang sehat.

“Anak-anak harus bisa menjaga karena makanan ini sekarang banyak minyak dan santan. Kalau mereka pemain profesional cukup mencicipi, tak boleh berlebihan.” kata dr Syarif.

“Kesukaan (makanan) bisa (dibawa keluarga) tapi dia (pemain) harus tahu porsinya, harus sesuai dengan makan sesuai pemain profesional. Makan santan boleh, tapi tidak boleh berlebihan. Apa saja yang berlebihan kan tidak baik. Lemak sendiri kan dibutuhkan oleh tubuh kita.” imbuhnya.

“Di hotel kami selalu koordinasi, soal makanan apa yang perlu, bagaimana penyajian, dan memotong sayurnya supaya mereka senang. Gizi yang baik itu kan empat sehat lima sempurna, enam penyajian. Penyajian itu perlu, sebab umpama sayur menurut kita bagus, kalau potongannya besar anak-anak pasti tak mau makan. Kalau potongan enak dilihat, kecil-kecil.” ucap Syarif.

“Menu khusus Lebaran biasa, tapi jangan berlebihan. Makan manis boleh, tapi tak boleh banyak.” tegas Dokter Timnas Indonesia itu.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.