JAKARTA-KEMPALAN: Pelatih Persija, Thomas Doll meminta maaf karena telah menyebut Shin Tae Yong mirip badut. Pelatih asal Jerman mengatakan bahwa dirinya terbawa emosi sehingga melontarkan kritik yang tidak pantas.
Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh Thomas Doll pada sesi konferensi pers setelah laga Persija Jakarta melawan Arema FC yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, pada Minggu (12/2) malam WIB.
Perseteruan kedua pelatih dimulai karena Shin Tae-yong memanggil sembilan pemain Persija untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-20 di awal Februari lalu.
Sembilan pemain Persija yang dipanggil Timnas U-20 adalah Achmad Maulana, Alfriyanto Nico, Cahya Supriadi, Doni Tri Pamungkas, Frengky Missa, Ginanjar Wahyu, Muhammad Ferarri, Resa Aditya, dan Barnabas Sobor.
Persija kemudian keberatan melepas semuanya pemain tersebut karena Macan Kemayoran membutuhkan mereka untuk bersaing di kompetisi Liga 1.
Baru ada lima pemain yang dilepas Thomas Doll sehingga Shin terus memohon kepada Persija untuk melakukan pengorbanan demi kepentingan negara. Thomas Doll kemudian menyarankan komunikasi dua arah antara kedua pihak guna menyelesaikan masalah.
Namun, Shin Tae-yong malah tidak hadir dalam diskusi virtual antara Persija dan Timnas Indonesia yang digelar pada Selasa (7/2). Dalam kesempatan itu Persija diwakili pelatih Thomas Doll dan Wakil Presiden Ganesha Putera. Sementara Shin hanya mendelegasikan kepada asisten pelatih Nova Arianto.
Kecewa dengan ketidakhadiran Shin Tae-yong, Thomas Doll lalu mengejek Shin Tae-yong dengan menyebut pelatih asal Korea Selatan itu lebih cocok menjadi badut karena sering muncul sebagai bintang iklan.
Doll kemudian meminta maaf karena pernyataannya sudah menimbulkan kontroversi. Pelatih asal Jerman itu merasa kritikannya dapat menimbulkan multi persepsi dan kurang pantas diucapkan.
“Saya mau meminta maaf atas perkataan saya sebelumnya di mana saya menyebut dia (STY) seperti badut.” kata Doll dalam pernyataan yang dirilis Persija.
“Saya merasa ucapan saya berlebihan. Saya mengkritiknya secara personal dan ini tidak benar. Hal itu sesuatu yang tidak baik dan karenanya saya minta maaf. Baik kepada Coach Shin maupun masyarakat sepak bola Indonesia.” tambahnya.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi