Dengan tema kampanye MAGA, Donald Trump mengusung politik identitas yang bertumpu pada pemilih kulit putih dan beragama Protestan yang menjadi mayoritas di Amerika. Trump dikenal sebagai politisi garis kanan fundamentalis dan secara terbuka menyatakan anti-imigran dan anti-kulit hitam.
Tema ini akan kembali diusung oleh Trump dalam kampanyenya. Sebelum mendapatkan tiket dari Partai Republik Trump harus mengikuti konvensi untuk bersaing dengan bakal calon presiden lain dari Partai Republik. Gubernur Florida Ron DeSantis tampaknya akan menjadi penantang utama Trump di Partai Republik, selain Senator Texas Ted Cruz, Gubernur Virginia Glenn Youngkin, mantan menteri luar negeri Mike Pompeo, dan mantan Gubernur Carolina Selatan Nikki Haley.
BACA JUGA: Jihad dan Tawuran
Tidak mudah bagi Trump untuk melawan pesaing-pesaingnya dari sesama anggota Partai Republik. Tetapi, tema-tema MAGA akan tetap menarik perhatian pemilih kulit putih di negara-negara bagian pinggiran. Dan, jika Partai Demokrat masih tetap akan memajukan Joe Biden sebagai capres petahana, kans Trump untuk menang akan cukup terbuka. Gaya politik Trump yang agresif sulit ditandingi oleh Biden yang sudah sepuh dan uzur.
Di Indonesia, Prabowo disebut-sebut akan menjadi penerus rezim Jokowi. Dia sudah mendapat endorsement terbuka dari Jokowi. Ideologi politik Prabowo banyak kemiripan dengan Donald Trump dalam bentuk nasionalisme yang chauvinistis.
Dunia akan menanti apakah Trump dan Prabowo bisa mencatat sejarah baru, sebagai pemenang atau pecundang abadi. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi