Tapsell menyindir Prabowo Subianto yang kalah dalam pilpres, tapi kemudian bergabung dalam kabinet Jokow Widodo sebagai menteri pertahanan. Lipson dan Tapsell secara implisit menyebut fenomena ini sebagai dagelan politik.
Dagelan politik itu bertambah menggelikan ketika kemudian Sandiaga Uno juga ikut merapat masuk ke kabinet Jokowi sebagai menteri pariwisata dan industri kreatif. Kalau diparalelkan dengan politik Amerika maka perkembangan ini sama saja dengan Mike Pence ikut masuk ke kabinet Biden sebagai menteri pariwisata.
BACA JUGA: Rocky Gerung dan Operasi False Flag
Tentu saja hal itu tidak mungkin terjadi di Amerika Serikat. Persaingan Partai Demokrat versus Partai Republik adalah persaingan ideologi yang sudah berlangsung sejak kemerdekaan Amerika pada 1776. Dua partai itu mempunyai perbedaan ideologi yang mendasar sehingga nyaris mustahil ada politisi yang menyebarang ke kubu lain.
Politik Indonesia pasca-reformasi adalah politik pragmatis-transaksional. Tidak ada garis ideologi yang jelas, dan semuanya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan. Dalil pragmatisme ‘’the end justifies the mean’’, terjadi dalam politik Indonesia di berbagai level. Partai politik yang mengaku secara ideologis berseberangan, ternyata nyaman-nyaman saja berkoalisi di berbagai level kontestasi politik.
Tapi, Tapsell tidak akan berani secara terbuka mengecam pemerintah Indonesia, karena dia tahu bahwa isu-isu politik menjadi komoditas yang sensitif di Indonesia. Belakangan, nama Ross Tapsell masuk dalam daftar cekal ilmuwan Australia yang dilarang masuk ke Indonesia bersama David McRae.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi