Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 17:26 WIB
Surabaya
--°C

Obat Oplosan di Kasus Bayi Gagal Ginjal

Akhir Agustus 2022 terjadi lonjakan jumlah kasus gagal ginjal anak-balita. Lonjakan drastis. Karena melonjak, pasien dirujuk ke RS Cipto Mangubkusumo (RSCM) Jakarta.

Kemudian pihak RSCM memberi tahu pihak IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Lantas, itu dibahas. Dari situ dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

September 2022 pihak Kementerian Kesehatan melakukan analisis patologi terhadap beberapa pasien. Hasilnya, diduga itu disebabkan virus. Tapi komposisi virus di bawah 7 persen. Sebagian besar nol.

BACA JUGA: Kebaya Merah, Kok Eks Pasien RSJ Menur?

Tidak puas, pihak Kemenkes memeriksa ulang. Kali ini terhadap 34 pasien gagal ginjal akut. Ternyata hasilnya mengejutkan.

Biopsi terhadap 34 mayat pasien, 70 persen di dalam darah mereka mengandung etilen glikol (EG) volume melebihi batas. Diperiksa lebih lanjut, ternyata EG masuk ke tubuh pasien melalui obat sirop.

BACA JUGA  Tokoh Nasional Anies Baswedan dan Gerakan Rakyat Tak Terbendung: ‘Hurain Aja Bro, Man Jadda Wajada’

Saat itulah (pertengahan Oktober 2022) dipastikan, kematian mendadak ratusan bayi itu akibat EG pada obat sirop.

Kepastian itu harus secepatnya ditetapkan. Jika tidak, maka korban tewas bakal terus dikubur. Sedangkan, kepastian yang benar-benar pasti, mesti melalui riset medis yang lama.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.