“Tidak masalah. Ok. Baik,” jawab David. Rupanya David juga tidak ingin menimbulkan kecurigaan polisi.
Paul punya maksud lain dengan pertanyaan itu: agar waktu berjalan terus. Tak lama lagi pasti ada polisi datang.
“Oh, ia bilang segala sesuatunya baik-baik saja. Ia bisa mengerti. Ia bilang baik-baik saja, padahal saya punya masalah,” ujar Paul khawatir polisi mengira keadaan benar-benar baik-baik saja.
BACA JUGA: Khusnul Bomiyah
Rupanya polisi mengira keadaan benar-benar tidak mengkhawatirkan. Terbukti dari ucapan polisi berikutnya: “Baik. Kalau Anda berubah pikiran hubungi kami lagi.”
“Oh, tidak, tidak, tidak,” jawab Paul. “Orang ini… Uh…. Orang ini…. Datang ke rumah ini… Uh… Dan ia mau tunggu istri saya sampai dia datang”.
“Apakah Anda kenal orang itu?” tanya 911.
“Tidak”.
Rupanya polisi belum tahu siapa yang menelepon itu. Atau kalau pun sudah tahu, harus bertanya siapa nama penelepon dan di mana alamatnya.
“Taruh telepon,” perintah David.
Suara polisi masih terdengar bertanya: “Siapa nama orang itu dan di mana alamatnya”.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi