Itu karena banyak faktor. Salah satunya: cepat tidaknya Si anak dibawa ke rumah sakit. Faktor lain: sikap ibu Si anak yang tepat.
“Anak-anak yang sakit panas dan batuk biasanya mogok minum dan makan,” ujar Dr dr Monica dari Bandung. Karena itu Sang ibu tidak boleh hanya menuruti keinginan anak: dibiarkan tidak mau minum dan makan. Kalau badan anak panas harus diberi banyak minum.
“Yang lebih tepat langsung saja dibawa ke rumah sakit. Bisa langsung diinfus.
Kurangnya minum ditutup dengan cairan infus,” ujar dokter Monica yang kini menjadi kepala rumah sakit Unggul Karsa Medika, Bandung.
BACA JUGA: Fracking Sunak
Dengan memperbanyak cairan tadi kandungan barang terlarang yang terlalu tinggi bisa dikurangi risikonya.
Memang belum terjawab juga: mengapa baru di belahan kedua tahun 2022 tragedi ini terjadi. Apakah dua pabrik tersebut berganti bahan baku atau berganti pemasok bahan baku. “Kami ini juga korban,” ujar pimpinan Yarindo Farmatama seperti disiarkan banyak media.
Tidak dirinci apa maksud ”kami ini juga korban”. Korban pemasok bahan baku?
Mereka mengaku mendapatkan tambahan bahan baku tersebut dari CV Budiarta. Tidak langsung impor dari Dow Thailand.
Melihat bentuk usaha pemasok itu hanya CV, sepertinya itu usaha yang sederhana. Bisa disebut usaha perorangan. Tidak salah. Apalagi kalau usaha itu dimiliki perorangan yang memang berlatar belakang farmasi menjunjung tinggi tanggung jawab.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi