Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 13:16 WIB
Surabaya
--°C

Mengapa Kemelut di Otopsi Korban Kanjuruhan?

Andi Irfan: “Ada kesamaan ciri-ciri jenazah korban. Membiru, menghitam, mata bengkak. Nah, ini kita harus sepakat dulu bahwa kematiannya tidak wajar.”

Dilanjut: “Ketika ada kematian yang tidak wajar, maka sudah semestinya dilakukan otopsi. Supaya kita tidak berdebat penyebab kematian.”

Persoalan ini kelihatannya sepele, tapi ruwet. Sebab, melibatkan banyak pihak. Dari sisi korban, maupun dari sisi penyidik. Banyak orang berkepentingan di situ.

BACA JUGA: Ijazah Palsu Jokowi dalam Teori Pental Equilibrium

Para pihak berada di posisi berhadapan. Keluarga korban ingin ada pertanggung-jawaban. Walaupun sudah banyak polisi diusut bahkan ditahan. Begitu juga panitia pertandingan.

Di pihak penyidik, berharap: “Sudah-lah… Masak gitu aja diperpanjang terus. Sudah… ikhlaskan.”

BACA JUGA  Selamatkan NU: Kembalikan Marwah dan Martabat NU dengan Rais Aam dan Ketum yang Punya Dua Belas Point Kriteria

Mestinya, penengahnya TGIPF. Meskipun tidak gampang juga memenuhi rasa keadilan para keluarga korban. Belum lagi, ada kompor dari masyarakat.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.