KEMPALAN: MESKI akan banyak pejabat setingkat Gubernur yang akan mengakhiri masa jabatannya, nampaknya perhatian publik tercurah ke DKI Jakarta. Ibarat orang mau berangkat pergi, Anies begitu banyak orang yang akan menanti dan mengantarkan. Meski diantara sekian banyak itu, ada yang memang benar benar tulus mau mengantarkan, ada juga yang ingin melepaskan kejengkelannya dan yang memang berniat untuk menjerumuskannya.
Keberangkatan Anies akan menjadi titik pertemuan diantara banyak niatan itu. Karena keberangkatan Anies setelah purna tugas beliau tidak akan bisa banyak menikmati masa istirahatnya, beliau akan memulai perjalanan baru menuju pengabdian yang lebih besar, sebagaimana yang sudah diadzankan oleh Partai Nasdem, ini akan menjadi titik awal keberangkatannya menuju RI 1.
Setelah masa tugas itu kontraksi antar ketiga kepentingan itu diperkirakan akan semakin meningkat dan akan semakin tajam. Ibarat pertandingan derby, disana akan ada distribusi emosi dan distribusi energi untuk bisa memenangkan pertandingan.
BACA JUGA: Deklarasi Anies Capres, Ibarat Kisah Elang dengan Gagak
Jangan lupa dalam sebuah pertandingan, kemenangan diatas kertas itu tak ada artinya. Karena kemenangan sesungguhnya akan dilihat dari akhir sebuah pertandingan. Catatan diatas kertas hanyalah sebagai motivasi dan penyemangat agar pendukung Anies tetap waspada tidak terjebak pada euforia dan kebanggaan semu.
Pasca purna tugas itulah sesungguhnya medan perjalanan yang terjal dan sulit, dibutuhkan kesabaran, kebersamaan dan kemampuan melihat peluang untuk memenangkan pertandingan.
Perjalanan Anies menuju kursi RI 1 jangan dibayangkan sebagai perjalanan mudah dan menyenangkan, sehingga kegembiraan yang melengahkan tak selayaknya dilakukan oleh Anies dan pendukungnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi