KEMPALAN: Satu-satunya burung yang berani mematuk burung Elang adalah burung Gagak. Lalu apakah burung Elang melawan? Tidak.
Sang Elang pun membiarkan Gagak mematuknya, Elang hanya fokus untuk terbang tinggi lagi, Elang tahu bahwa Gagak tak akan bisa bertahan didalam ketinggian. Semakin Elang terbang tinggi, akhirnya Sang Gagak pun terjatuh.
Burung Elang dalam filosofinya bermakna sebuah kekuatan Mampu bertransformasi, kerja keras, fokus, mandiri, tidak pernah gentar mengarungi langit dalam kesendirian dan bahkan dahsyatnya badai dimanfaatkan untuk menambah daya jelajah.
BACA JUGA: Anies Capres, Kemanakah Dewan Kolonel dan Dewan Kopral Berlabuh?
Kemampuannya untuk terbang tinggi dan bergerak secara cepat itulah yang kadang tidak mampu diimbangi oleh jenis unggas dan binatang yang lainnya. Nah seringkali kemudian banyak yang menjadikan Elang sebagai pijakan untuk bisa terbang dan memanfaatkannya.
Begitulah yang terjadi pada Nasdem, dengan semangat restorasi dan memperbaiki situasi kebangsaan yang terbelah, Nasdem mengambil inisiatif mencari jalan tengah, dengan mendeklarasikan Anies sebagai capres, pilihan ini tentu diharapkan akan mampu memperbaiki suasana psikologis kebangsaan, namun apa yang terjadi, niat baik Nasdem ternyata tak mampu dipahami oleh mereka yang selama ini memang punya niat untuk melihat Indonesia dalam keadaan tidak baik – baik saja.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi