KEMPALAN: Peristiwa kenaikan BBM yang dilakukan oleh pemerintah memicu gejolak di masyarakat. Tak dapat dihindari pula sejak diumumkan kenaikan harga BBM, demo mahasiswa bergejolak dan eskalasi nya juga semakin naik.
Tuntutan demo kini tak lagi hanya sekedar turunkan harga BBM, tapi juga tuntutan untuk menaikkan upah buruh dan menurunkan harga sembako.
Menariknya pada demo anti kenaikan BBM kali ini yang dilakukan oleh mahasiswa ada teriakan – teriakan revolusi, revolusi. Mahasiswa tak lagi meneriakkan reformasi. Karena berangkat dari pengalaman reformasi 98, ternyata cita – cita reformasi telah dirampok oleh para penumpang gelap yang kini tinggal di istana dan parlemen. Sehingga cita – cita reformasi yang berharap Indonesia bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme tak lagi bisa diharapkan, bahkan korupsi, kolusi dan nepotisme terjadi secara telanjang dan tidak ada rasa malu. Korupsi merajalela dimana – mana, bahkan aparat penegak hukum yang diharapkan bisa berlaku adil dan menjadikan hukum sebagai panglima, justru merekalah menjadi lembaga yang terkorup. Terasa ada keputus asaan berharap dari hasil reformasi 98 untuk perbaikan Indonesia.
BACA JUGA: Biar Saja Jika Anies Terus Dizalimi, Itu Cara Tuhan Mengangkat Derajatnya
Dari peristiwa demo yang terjadi sekarang ini, tersurat ada kekecewaan mahasiswa, masyarakat dan kaum buruh terhadap perilaku rezim yang tidak berempati kepada rakyatnya. Rezim hanya memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya tanpa peduli dengan penderitaan rakyatnya.
Negara selalu minta dipahami, tapi negara tak pernah mau mengerti akan kondisi rakyatnya. Dalih yang dilakukan bahwa kenaikan BBM adalah opsi terakhir untuk menyelamatkan negara. Pertanyaannya negara sedang dalam keadaan apa ? mengapa negara harus diselamatkan ? lalu kalian sebagai orang yang diamanahi untuk mengelola negara dan mensejahterakan rakyat melakukan apa?

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi