SURABAYA-KEMPALAN: Pandemi Covid-19 sangat dirasakan pengaruhnya oleh dunia bisnis. Ada perusahaan yang berhasil bertahan. Ada yang tumbang. Ternyata, hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling menentukan keberhasilan perusahaan bertahan pada era dan pasca-pandemi adalah sumber daya manusia atau SDM.
Demikian disampaikan oleh Dr. Ir. Benny Lianto, MMBAT, Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) pada sambutan pembukaan acara Human Resource Meet & Talk (HRMT) yang diselenggarakan di Harris Hotel Bundaran Satelit Surabaya, Sabtu (24/9/2022). Di hadapan sekitar 200 peserta, Benny Lianto menjelaskan bahwa penelitian berlanjut dengan melihat variabel-variabel yang menyebabkan SDM berkontribusi besar bagi keberhasilan perusahaann.
“SDM tetap paling utama. Paling menentukan keberhasilan perusahaan. Kemudian, kami meneliti beberapa variabel yang terkait kontribusi SDM. Ternyata , variabel-variabel utama yang menentukan keberhasilan perusahaan bukan jenjang atau strata pendidikan atau yang terkait dengan hal itu. Penelitian kami menunjukkan ada tiga variabel paling penting, yaitu kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi. Perusahaan yang mempunyai SDM yang mumpuni pada tiga variabel tersebut akan mampu bertahan,” kata Benny Lianto.
Kegiatan HRMT diselenggarakan oleh Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Provinsi Jawa Timur dengan dukungan Ubaya serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim). Peserta adalah praktisi Human Resource di lingkup area Jawa Timur. Pada kesempatan ini Rektor UBAYA serta jajarannya juga turut hadir. Terlihat pula Ketua DPD PMSM Jawa Timur, Dwi Ken Hendrawanto S.H., serta seluruh jajaran pengurus, Sekretaris Jenderal DPP PMSM Pusat, Bambang Yapri yang juga alumnus Teknik Industri Ubaya, serta pimpinan Disnakertrans Jatim dan 16 Balai Latihan Kerja (BLK) se-Jatim.
Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM), adalah organisasi profesional manajemen SDM di Indonesia. Ketua DPD PMSM Jawa Timur, Dwi Ken Hendrawanto, mengatakan, PMSM rutin berkegiatan, salah satunya Human Resource Meet and Talk (HRMT).

“Kali ini HRMT bertempat di Harris Hotel & Convention, Bundaran Satelit Surabaya, dengan menghadirkan narasumber Pambudi Sunarsihanto. Beliau adalah Human Resources Director Blue Bird Group. PMSM memang tempat berkumpulnya pemerhati SDM. Kami biasanya membahas tuntas tren dan topik-topik tentang sumber daya manusia. Imbas pandemi dari COVID-19 menyebabkan banyak perubahan. Perubahan terjadi pada sistem dan budaya, baik itu budaya kerja mau pun budaya aktivitas. Semua ini erkait dengan sumber daya manusia,” terang Ketua PMSM Jatim ini.
Di kesempatan yang sama, Benny Lianto menguraikan tentang Rumah Mandira dan Sahabat Mandira. Hasil kegiatan Program Matching Fund hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Benny Lianto adalah Ketua Tim Program Matching Fund dengan judul Rumah Mandira: Pusat Pengembangan Kemandirian dan Kewirausahaan Masyarakat Pasca-Pandemi.
“Program Matching Fund kami berfokus kepada bagaimana agar sumber daya manusia di Indonesia bisa lebih mandiri. Kalau seseorang itu sudah mandiri, akan bisa menjadi lebih sejahtera. Program kami terutama mempersiapkan dan untuk mendukung program pemerintah, pasca-pandemi,” terang Rektor Ubaya ini.
Menurut Benny, nantinya akan ada pelatihan serta support system untuk menjalin kolaborasi pencari kerja dengan yang membutuhkan pekerja. Support system itu nantinya komprehensif. Melibatkan banyak pihak. Tidak hanya antara pencari kerja dengan yang membutuhkan pekerja. Pihak pemerintah juga. Dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, dengan seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) ikut bergabung untuk memberikan pelatihan-pelatihan secara berkelanjutan lewat Rumah Mandira serta platform Sahabat Mandira.
Ditambahkan bahwa inovasi adalah kata yang sering dibahas terkait SDM. Tiada hari tanpa inovasi. Semua kegiatan di universitas sekarang ini harus berujung pada inovasi. Yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Dosen bukan hanya mengajar dan riset di kampus tapi harus banyak keluar dari kampus. Kerjasama dengan industi, bikin inovasi yang bermanfaat, Sebaliknya, para praktisi perlu masuk ke kampus agar kampus bisa berkembang.
“Selain itu hal lain yang penting dalam pengembangan SDM adalah kolaborasi. Kalau mau maju jangan coba-coba bekerja sendiri. Kemampuan kita terbatas. Berkolaborasilah sebanyak mungkin dengan pelbagai pihak. Kalau mau berjalan cepat maka berjalanlah sendiri. Kalau mau berjalan cepat dan jauh maka berjalanlah bersama. Banyak sahabat banyak peluang. Itulah tagline dari platform Sahabat Mandira yang kami kembangkan bekerjasama dengan pelbagai pihak,” tambah Benny Lianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim Dr. Himawan Estu Bagijo menyampaikan pesan kepada seluruh peserta HRMT. “Banyak tenaga kerja kita mempunyai hard skills yang bagus. Tetapi softskill kurang bagus. Harus diasah kemampuan mereka untuk menghadapi hal-hal yang mungkin secara teknis bukan tantangan. Untuk itu, penggiat SDM ini kami harapkan mampu memberi tambahan ketrampilan kepada para pekerja. Baik di dunia industri, perbankan, perhotelan, dan yang lain,” kata Himawan Estu Bagijo.
Disnakertrans Jatim menyampaikan apresiasi untuk PMSM dan Ubaya atas kegiatan HRMT ini. Acara membentuk sinergitas memberi kontribusi yang baik kepada para pekerja atau siapa pun yang kemudian memasuki dunia kerja. “Agar mereka mampu cepat bersinergi dan berkolaborasi dengan kemampuan sofskil yang dimiliki. Pada akhirnya kami berharap bahwa mereka yang menekuni bidang SDM ini adalah orang yang mampu mencegah ketika ada pikiran-pikiran yang tidak ingin bersinergi dengan tempat kerja. Disnakertrans Jawa Timur ini sangat membutuhkan kolaborasi dengan akademisi-akademisi berkualitas serta para praktisi,” demikian Himawan Estu Bagijo menutup acara Human Resource Meet & Talk kali ini. (Bambang Priambodo)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi