Ahmed Nurjubaedi
Menurut almarhum Umar Kayam, melalui tokohnya di Mangan Ora Mangan Kumpul–Mr Rigen, golf itu sebenarnya tidak lebih dari perpaduan antara wok-wok an dan benthik, permainan anak-anak jaman dahulu kala…. Bedanya, golf ini di buatkan fasilitas untuk memenuhi imajinasi orang berduit…. Mungkin mirip surga kecil di dunia…. Alam yang hijau, kolam dan sungai kecil, buah-buahan, kendaraan yang imut, juga bidadari-bidadari yg jumlahnya tergantung ~amal ibadah~… Eh jumlah uang yg dikeluarkan…. Di titik ini, sepertinya ajaran agama tentang surga benar-benar telah merasuk pada diri manusia….
Jimmy Marta
Bagi pemain golf tentu tahu apa yg seru dari golf. Yg sy tahu itu mukul pake stick. Masukkan bola kelubang. Jarak dikit naik golfcart. Tas stik didorongi. Panas dipayungi caddy. Ada yg lain, katanya disitu bisa untuk lobby dan diplomasi.
AnalisAsalAsalan
Kok saya baru tahu kejuaraan dunia golf hanya satu–PG Tour, ke mana saja saya selama ini? Hahahahaha. Teori marketing mengatakan, “Kalau tidak ada diferensiasi (pembeda), maka satu-satunya senjata untuk berperang adalah harga (baca: uang). Persaingan dibutuhkan supaya hidup lebih hidup. PGA Tour bisa mengemas pertandingannya dengan lebih syantik, misalnya semua juara mendapat uang plus umroh atau wisata religi, juga bagi juara yang ingin kuliah lagi bisa langsung lolos lewat jalur prestasi. Hahahahaha.
Sadewa Sadewa
Saya jadi inget Bos saya dulu. “Kalau kamu main golf sama klien, kamu harus mengalah, jangan sampai kamu yg menang, sehebat apapun kamu”. Mungkin Trump juga gitu, waktu main golf bareng MBS, dia pura-pura kalah, MBS merasa happy, lalu menuruti apapun keinginan Trump. Trump kalah di lapangan golf, tetapi menang banyak di lapangan lainnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi