Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 22:55 WIB
Surabaya
--°C

Tanggapi Hasto, Dosen Universitas Trisakti: Kebijakan Anies Baswedan Perlu Diapresiasi

JAKARTA–KEMPALAN: Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto kembali melontarkan pernyataan minor terhadap prestasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia bilang orang nomor satu di Ibu Kota tak perlu dijegal setelah menyatakan siap maju sebagai Capres di Pilpres 2024 jika memang ada partai yang mengusung.

Pengamat perkotaan yang juga dosen tetap Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Trisakti Jakarta Yayat Supriyatna menilai pernyataan Hasto itu bisa mengarah kepada terjadinya miskomunikasi. Alasannya, petinggi PDIP itu memberikan tanggapan tidak lengkap.

“Banyak hal paling mendasar dalam kebijakan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta perlu diapresiasi,” kata Dr. Yayat, Selasa, 20 September 2022.

Yayat memberi contoh kebijakan populis Anies yang sudah banyak mendapat pengakuan. Salah satunya adalah moda transportasi publik JakLinko Indonesia yang mempunyai motto “Menghubungkan Kamu kemana Saja”.

“Mencoba menyentuh akar rumput yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat agar bisa memakai jasa transportasi publik. Di tengah tekanan harga bahan bakar yang naik masih ada transportasi umum yang murah,” ujar Yayat.

Yayat memberi dua kebijakan Anies yang perlu diapresiasi. Pertama, Anies selalu pro kepada akar rumput. Contoh nyata yang dirasakan warga Jakarta adalah sekolah dengan mudah, bekerja, kuliah dengan menggunakan tarif angkutan dengan konsep integrasi tarif.

Alasan kedua kebijakan Anies yang perlu diapresiasi adalah program-program penyediaan rumah. Yayat bertutur, dalam hal ini kebijakan Anies bukan menyediakan hunian dalam konteks menjual dan mengikuti mekanisme pasar. Sebagai contohnya Yayat bilang di Dinas Perumahan DKI ada program JakHabitat. “Bagi warga yang pendapatannya di bawah 8 juta saban bulan, bekerja di sektor informal diarahkan ke rumah sewa dengan harga terjangkau,” kata Yayat.

Contoh lain kebijakan manusiawi Anies menurut Yayat adalah adanya korban kebakaran yang mendapat subsidi Rp 300 ribu. Kebijakan-kebijakan ini kata dia intinya adalah memetakan bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal. “Ada kebijakan Alaspadu, program rumah dp 0 rupiah. Itu semua berjalan,” ujar Yayat.

Kebijakan Anies lainnya kata Yayat adalah menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di bawah NJOP Rp 2 miliar. “Betul-betul memberikan proporsi bagaimana kebutuhan mendasar bisa disediakan. Dengan tarif berkeadilan,” tutur Yayat.

Yayat menilai pernyataan Hasto lebih kental ketidaksukaan dibanding berbicara objektif. Sebagai warga Bogor dia bertutur mendapat kenyamanan ketika berjalan kaki di trotoar di Jakarta. Trotoar katanya lebih tertata, integrasi dari halte ke halte. “Integrasi KRL ke stasiun ke Transjakarta mulai dibenahi. Pembenahan pertamanan Tebet Ecopark, penataan Kota Tua,” kata dia.

Yayat menegaskan siapapun yang menjadi Gubernur DKI Jakarta pasti dituntut untuk memberikan kinerja terbaik. “Mari kita apresiasi yang bagus. Tapi kalau ada yang kurang mari sama-sama kita perbaiki. Jadi kita melihat bukan pada aktor (gubernur) tapi pada kotanya,” ujar Yayat.

Dalam hal penggunaan anggaran Yayat bertutur sejauh ini belum ada hal yang mengganjal dalam kebijakan Anies. Itu bisa dilihat dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memberikan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta 2021.

Pada jaman Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Yayat bertutur, warga bisa merasakan kemegahan Jakarta International Stadium (JIS). Sebelumnya kata dia warga Ibu Kota belum pernah memiliki stadion yang mempunyai tempat duduk 82 ribu tersebut.

Yayat menegaskan dalam hal kebijakan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta, publik boleh bertanya kepada warga. Perubahan-perubahan apa kata dia yang telah terjadi dibanding periode sebelumnya. “Karena itu legacy, ada perubahan lebih bagus kita harus apresiasi. Saran, masukan, dan kritik kita lihat juga. Hal itu untuk melihat before dan after. Kalau ternyata after lebih bagus ya patut diapresiasi,”ujar Yayat. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.