Apapun alasan yang disampaikan, publik tidak terlalu percaya. Para ekonom yang kritis sudah mengajukan berbagai argumen yang membantah pernyataan pemerintah mengenai besaran subsidi dan salah sasaran subsidi. Logika sederhana publik mengatakan, kalau subsidi salah sasaran mengapa harga BBM yang dinaikkan.
Kalau harga pasar dan harga keekonomian ada selisih, mengapa ada SPBU swasta yang bisa menjual dengan harga jauh di bawah harga Pertamina. Ada SPBU yang bisa menjual lebih rendah, tapi segera disweeping oleh pemerintah dan diminta untuk menaikkan harga sesuai dengan harga Pertamina.
BACA JUGA: Kehendak Rakyat
Kenaikkan harga BBM harus segera dilakukan karena pemerintah sudah tidak sanggup lagi menahan beban subsidi. Maka, mumpung publik masih konsen ke masalah Ferdy Sambo, kenaikan BBM pun diumumkan. Ternyata publik tetap bereaksi keras dengan berbagai demo. Biasanya, pemerintah akan tetap jalan terus, paling-paling demo hanya berlangsung satu atau dua hari saja, setelah itu hidup kembali normal.
Episode kandang bubrah kasus Ferdy Sambo jauh dari selesai. Komnas HAM sudah menyelesaikan laporannya. Alih-alih laporan itu konklusif malah menimbulkan masalah baru, karena mengungkit kembali mengenai kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan mendiang Joshua terhadap Putri Cendrawathi, yang sampai sekarang masih tetap tidak ditahan.
Ihwal Putri yang tidak ditahan banyak publik yang merasa terluka rasa keadilannya. Alasan bahwa Putri masih punya anak kecil tidak bisa diterima begitu saja, karena dalam berbagai kasus banyak ibu-ibu yang tetap ditahan bersama anaknya yang masih balita. Komnas Perempuan membela Putri Cendrawati, dan publik pun mencibir. Seorang netizen berkomentar, Komnas Perempuan harusnya ganti nama menjadi ‘’Komnas Putri’’.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi