Kamis, 23 April 2026, pukul : 06:20 WIB
Surabaya
--°C

ICRC: Suara PKS dan Demokrat di DKI Melejit Berkat Dukungan ke Anies

JAKARTA–KEMPALAN: Suara PKS dan Partai Demokrat di Jakarta berpotensi melejit pada Pemilihan Umum 2024 mendatang. Kedua partai ini meraup dukungan besar tidak lepas dari kuatnya wacana dukungan kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden.

PKS yang pada Pemilu 2019 sebagai partai besar ketiga setelah PDIP dan Gerindra, pada Pemilu 2024 mendatang berdasarkan temuan lembaga survei Ide Cipta Research and Consulting (ICRC) “Prospek Partai Politik DKI Jakarta 2024” bersaing dengan partai berlambang kepala banteng tersebut di posisi puncak dengan suara 11,7 persen.

“PKS bersaing dengan PDIP di posisi puncak menggantikan Gerindra. Mayoritas pemilih Anies di DKI Jakarta mengalihkan dukungannya dari Gerindra,” jelas Direktur Eksekutif ICRC Hadi Suprapto dalam keterangan persnya, Senin 5 September 2022.

Sementara Partai Demokrat yang pada Pemilu 2019 lalu berada di urutan kelima, naik ke posisi ketiga menyalip Partai Gerindra dengan raihan 7,9 persen suara. “Efek elektoral dari dukungan Anies-AHY,” sambungnya.

Lebih jauh Hadi menjelaskan, sesuai temuan ICRC, sebanyak 67,3 persen pemilih PKS mendukung Anies sebagai capres. Sementara Demokrat, 51,5 persen pemilihnya juga menjagokan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Namun, berbeda dengan Demokrat dan PKS, NasDem malah turun dari peringkat 7 ke peringkat 9 di DKI Jakarta. Padahal, ketiga partai ini di tengah menjalin komunikasi intensif untuk membangun koalisi.

Jika dikaitkan dengan peta capres 2024 di mana menguatnya dukungan PKS dan Demokrat tidak diikuti oleh naiknya suara NasDem yang juga mengusung nama Anies, menurut Hadi, hal ini diakibatkan biasnya dukungan capres NasDem di Pemilu 2024 antara Anies, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

“NasDem tidak mendapat efek elektoral dari suara pemilih Ganjar. Karena suara Ganjar cenderung pilihannya ke PDIP. Sedangkan pemilih Anies lebih cenderung wait and see menunggu keputusan DPP NasDem,” bebernya.

Meski memang, diakui Hadi, mayoritas masyarakat, sebanyak 52,9 persen, memang belum menentukan akan memilih partai apa. Karena pelaksanaan Pemilu 2024 masih lama.

“Sementara berdasarkan pengalaman, undecided voter akan mengecil setelah parpol menentukan capres dan masuk dalam masa kampanye,” jelas Hadi.

Sementara itu, Sekretaris BPOKK DPD Demokrat DKI Jakarta, Moh. Haris Chandra, yang juga hadir saat rilis temuan ICRC di Hotel Sofyan, Jakarta, kemarin menuturkan terdapat kesamaan data dari rilis ICRC dengan data dari internal partai Demokrat mengenai potensi naiknya kursi dan suara partai di DKI Jakarta.

“Kami bersukur bahwa kinerja partai Demokrat bekerja dengan baik. Kita tidak bisa menolak bahwa dorongan publik menduetkan Anies-AHY pada pilpres mendatang meningkatkan popularitas partai kami setelah beberapa rententan peristiwa politik yang menguji daya tahan partai ini,” terangnya.

Survei ICRC ini dilakukan di 6 kota/kabupaten di Provinsi DKI Jakarta pada 20-30 Juli 2022. Metode yang dipilih dengan menggunakan stratified random sampling berdasarkan jumlah responden sebanyak 800 dengan margin of error ± 3,46 persen. Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara via telepon dengan menggunakan kuesioner. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.