Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 09:54 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (2)

“Wah, selamat ya, Bang!” kata saya. Sebenarnya saya bingung, kenapa dia harus sampaikan itu semua pada saya. Apa hubungannya dengan saya, reporter yang baru kerja enam bulan.

“Nanti dulu bilang selamat,” kata Bang Eel, agak kesal dia, “…ini tergantung kau…” katanya.

BACA JUGA: Lima Sekawan

Saya tak paham. Sama sekali tak paham. “Kok saya, Bang? Saya tak paham nih, Bang…”

Aku terima tawaran Pak CEO itu, dengan syarat yang aku minta, kau dipromosikan jadi asredpel, merangkap askorlip, kau akan bantu aku,” katanya.

Saya agak syok mendengarnya. Bahagia dan senang tentu saja, membayangkan gaji naik, bangga karena dapat promosi padahal baru enam bulan kerja, tapi gamang, karena belum yakin dengan kemampuan saya.

BACA JUGA  Filosofi Tawon AKP Setiawan: Warisan Kondusifitas Kompi 4 Bataliyon A Pelopor Menuju Den Gegana

Sementara saya juga belum akrab juga dengan istilah-istilah itu, apa tugasnya, dan yang pasti besar tanggung-jawabnya. Redpel itu redaktur pelaksana. Korlip itu koordinator liputan. As di depan dua kata itu berarti asisten.

“Jangan main-mainlah, Bang. Bukannya harus jadi redaktur dulu? Abang pernah jelaskan ke saya perlu dua tahun minimal di lapangan sebelum jadi redaktur. Ini saya malah jadi….” kataku tak menyelesaikan kalimatku, dia pasti tahu apa yang mau kukatakan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.