LONDON-KEMPALAN: Pasca kekalahan besar empat gol tanpa balas yang dialami Manchester United atas Brentford FC dalam laga Liga Primer Inggris pada Minggu dini hari (14/8), kiper David de Gea yang dijadikan kambing hitam. Apalagi setelah blunder-blundernya yang berbuah gol bagi Brentford.
Padahal, bukan hanya tentang kemampuannya dalam membaca setiap tembakan dari pemain lawan, De Gea juga dipertanyakan dari sisi kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang. Build up serangan dari lini belakang adalah kekurangan De Gea dibandingkan kiper klub-klub Liga Primer Inggris lainnya.
Sebut saja penjaga gawang Manchester City Ederson Moraes, atau kiper Liverpool FC Alisson Becker, dan penjaga gawang Tottenham Hotspur Hugo Lloris. Mereka mempunyai kelebihan sebagai sweeper keeper.
BACA JUGA: Disikat Brentford 0-4, United Jadi Juru Kunci Setelah Tiga Dekade
’’De Gea penjaga gawang yang fantastis, tetapi dia bukan tipikal penjaga gawang yang nyaman ketika sedang menguasai bola,’’ sebut mantan pemain Liverpool FC Danny Murphy dalam kolomnya di Daily Mail.
’’Ederson di City dan Alisson di LFC secara teknis sudah punya kemampuan yang cukup untuk memainkan umpan tepat sasaran dan mereka tahu kapan harus memainkannya. Mereka memahami saat mereka dalam tekanan,’’ tutur Murphy.
Situasi yang terjadi di balik gol kedua Brentford jadi petunjuk kelemahan De Gea tersebut. Saat itu, Christian Eriksen yang kehilangan bola. ’’Seharusnya De Gea tidak memberikan umpan kepadanya (Eriksen). Lagipula Eriksen seharusnya tidak berada dalam posisi itu,’’ sambung Murphy.
BACA JUGA: Man Utd Mengincar Kiper Burnley Nick Pope sebagai Pengganti Ideal David de Gea
Padahal, layaknya permainan Manchester City ala Pep Guardiola yang diduplikasi Ten Hag dalam setiap klubnya, sweeper keeper-lah yang punya peranan penting. Baik dalam membangun serangan atau melakukan serangan balik.
Ten Hag Way atau cara bermain sepak bola ala Ten Hag membutuhkan peranan sweeper keeper untuk membangun serangan. Seperti ketika AFC Ajax punya kiper yang juga bisa berperan sebagai sweeper keeper, Remko Pasveer.
Berbicara kepada MUTV, De Gea mengakui kekalahan telak ini adalah karena kesalahannya. Menurut De Gea, gol pertama yang sudah meruntuhkan konfidensi rekan-rekannya. ’’Kami tak mampu bereaksi. Kami harus bisa bereaksi lebih baik lagi,’’ sesal De Gea. (Daily Mail, Manchester United, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi