WASHINGTON D.C-KEMPALAN: Perusahaan ternama Johnson & Johnson (J&J) telah resmi menginformasikan bahwa pihaknya tidak akan lagi memproduksi bedak bayi secara global pada tahun 2023—dengan adanya klaim bahwa bedak tersebut menjadi penyebab Kanker.
Sebelumnya pada tahun 2020, perusahaan J&J mengumumkan akan menghentikan produksi bedak bayi berbahan dasar Talc di negara-negara kawasan Amerika karena kurangnya permintaan sebab adanya ‘Misinformasi’ terkait keamanan produknya.
Produk bedak bayi J&J berbahan dasar Talc menghadapi banyaknya tuntutan karena adanya tuduhan bahwa produk tersebut menjadi penyebab Kanker karena adanya campuran bahan Asbes—yang menjadi senyawa penyebab Kanker.
Perusahaan J&J menolak adanya tuduhan tersebut—dengan mengatakan bahwa selama beberapa dekade, produk tersebut telah dilakukan uji saintifik dan juga disetujui secara laboratorium bahwa produk tersebut aman dan bebas dari bahan Asbes.
Kantor J&J yang memproduksi bedak tersebut pun sudah mengajukan hak Bangkrutnya dan harus membayar kekalahan di pengadilan sebesar 3,5 Miliar USD atau setara 52 Miliar Rupiah pada tahun 2020.
Kemudian sebelumnya di tahun 2016, J&J juga sempat dikenai denda sebanyak 72 Juta USD atau 1,1 Miliar Rupiah sebagai uang ganti rugi setelah salah satu pengguna bedak tersebut meninggal terkena Kanker—akibat penggunaan bedak Talc tersebut.
Hingga pada akhirnya, pada saat ini, mereka mengumumkan penyetopan produksi bedak bayi berbahan dasar Talc tersebut–kemudian menggantinya dengan bahan dasar lain yaitu Pati Jagung.
“Sebagai bagian dari kajian dan peninjauan Portofolio, kami telah secara resmi memutuskan bahwa kami akan melakukan transisi ke bedak bayi berbahan dasar Pati Jagung” isi pernyataan resmi perusahaan J&J.
Mereka menambahkan bahwa bedak berbahan dasar Pati Jagung sudah terjual di seluruh dunia pada saat ini.
(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi