Rabu, 24 Juni 2026, pukul : 02:36 WIB
Surabaya
--°C

Dari Blora untuk Emas Pertama Indonesia

KONYA-KEMPALAN: Kontingen Indonesia akhirnya mampu memecah dahaga medali emas dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 yang berlangsung di Konya.

Adalah lifter putri Siti Nafisatul Hariroh yang menyapu bersih tiga medali emas untuk Indonesia saat turun di kelas 45 kg putri.

Tampil di  Konya International Fair Center, Kamis waktu setempat (11/08), Siti menunjukkan kehebatannya dengan membukukan total angkatan 159 kg (snatch 71 kg dan clean & jerk 88 kg).

BACA JUGAPerjuangan Indonesia di ISG 2021 Dibuka Dengan Dua Medali

Dengan hasil tersebut Siti berhak meraih tiga medali emas di setiap angkatan.

“Saya sangat senang bisa meraih medali emas pertama untuk Indonesia dan hasil ini tidak saya duga karena saya tak pernah menyangka bisa mendapatkan medali emas. Ini saya persembahkan untuk Indonesia, orang tua, dan pelatih saya,” kata Siti yang merupakan lifter asli Blora, Jateng, itu.

Lifter putri yang berusia 20 tahun itu langsung tampil unggul ketika memulai percobaan angkatan snach pertamanya yaitu 66 kg. Pada pencobaan kedua, tim pelatih memberi tambahan 3 kg untuk Siti yang kembali berhasil diangkat olehnya.

Siti menyempurnakan angkatan snacth-nya di percobaan ketiga karena sukses mengangkat 71 kg dan memperkuat posisi di antara para persaingnya.

BACA JUGAPangkas Kontingen di ISG 2021, Ini Alasan NOC Indonesia

BACA JUGA  Sinergi Sport Science dan Pemulihan Fisik: Ashuma Sports Massage 2 Resmi Beroperasi di Sidoarjo

Dia kembali menambah keunggulan lewat angkatan clean & jerk. Pada percobaan pertama, Siti berhasil mengangkat 85 kg. Sukses serupa juga terjadi di percobaan kedua, yakni 88 kg.

Hanya saja pada percobaan ketiga saat tim pelatih menargetkan 91 kg, Siti belum berhasil mengangkat. Dengan demikian, Siti membukukan total angkatan 159 kg dan berhak atas medali emas.

Sementara medali perak diraih oleh wakil tuan rumah Cansu Bektas yang mengoleksi total angkatan 151 kg (snatch 65 kg dan clean & jerk 86 kg). Sedangkan perunggu diamankan lifter Azerbaijan Nabila Ismayilova yang membukukan 121 kg (snatch 54 kg dan clean & jerk 121 kg).

“Ada sedikit nervous saat tampil di awal. Apalagi,  angkatan clean & jerk sempat hanya terpaut 2 kg saja dengan Cansu Bektas. Alhamdulillah hasil saya bisa tetap di atas, meskipun ketika percobaan clean & jerk terakhir saya tak berhasil dikarenakan kurang siap karena itu bisa dibilang angkatan terrtinggi saya,” kata Siti.

Lifter Indonesia Siti Nafisatul Hariroh (tengah) saat berfoto bersama para peraih medali di kelas 45 kg putri Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 Konya. (Foto: Konya2021)

Selain Siti, lifter putra Indonesia Satrio Adi Nugroho berhak atas raihan tiga medali perunggu di kelas 55 kg putra. Hasil itu didapat usai Satrio membukukan total angkatan 244 kg (snatch 110 kg dan clean & jerk 134 kg).

Arli Chontey (Kazakhstan) mendapatkan dua emas dari total angkatan 253 kg dan clean & jerk 139 kg serta satu perak untuk angkatan snatch 114 kg. Lifter Arab Saudi Mansour Alsaleem mendapat satu emas di angkatan snatch 115 kg dan dua perak untuk angkatan clean & jerk 137 kg dan total angkatan 252 kg.

BACA JUGA  Tren Novel Online: Menantu versus Mertua

Tambahan medali lainnya yang didapatkan Indonesia dipersembahkan Emilia Nova. Emil (sapaan akrabnya) meraih medali perunggu di nomor 100 m halang rintang putri dengan membukukan catatan waktu 13,59 detik.

Atlet Turki Sevval Ayaz mendapat emas dengan catatan waktu 13,21 detik. Dia disusul pelari Togo Naomi Akakpo yang meraih perak dengan catatan waktu 13,40 detik.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ISG Rafiq Hakim Radinal bangga akan raihan prestasi yang telah didapatkan Siti dan Satrio. Ia meyakini medali emas Siti mampu memacu motivasi atlet-atlet Indonesia lainnya untuk meraih prestasi tinggi di ISG Konya.

“Alhamdulillah akhirnya Tim Indonesia hari ini mendapatkan medali emas lewat penampilan Siti. Hasil positif juga didapatkan atlet kita Satrio dan Emilia Nova. Ini tentu tak lepas dari kerja keras yang sudah dilakukan oleh atlet, pelatih, tim CdM serta doa seluruh masyarakat Indonesia. Kita masih punya tambahan potensi medali hari ini dan saya harap dukungan dan doa dari Tanah Air,” ujar Rafiq. (NOC Indonesia, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.