Minggu, 24 Mei 2026, pukul : 05:58 WIB
Surabaya
--°C

Keluhkan Pungli di Jalanan, Komunitas Sopir Truk Banyumas Temui Gubernur Jateng

BANYUMAS -KEMPALAN: Komunitas sopir truk se-Banyumas Raya menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk melaporkan masih adanya praktik pungli yang mereka alami. Sambil makan siang bersama Gubernur, para supir mengadukan pengeluaran rata-rata mereka untuk membayar pungli yang mencapai Rp150.000 dalam sehari. Sekali pungutan rata-rata para sopir harus membayar Rp 50.000.

“Tadi masih ada laporan pungli di jalan. Kita bersihkan yuk. Sudah tidak jaman sekarang minta-minta duit begitu. Mereka pendapatannya juga tinggi,” tegas Gubernur.

Mengenai laporan itu, Gubernur secara tegas mengatakan akan membersihkannya. Ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian untuk memberantas pungli di jembatan timbang maupun tol dan jalan raya. Selain pungli, ia juga mendapat laporan masalah pengurusan KIR. Mengenai hal ini, Gubernur mengaku siap memfasilitasi para sopir truk dengan pemerintah kabupaten/kota. Hal ini karena KIR menjadi kewenangan kabupaten/kota.

“Ada masukan menarik kalau urus KIR sering ada masalah. Kewenangan itu ada di kabupaten/kota. Maka kalau organisasi ini bisa dilegalkan terus anggotanya kurang lebih 10 ribu sopir, menurut saya ini bisa kita dialogkan dengan kabupaten/kota yang mengurusi KIR,” jelas Gubernur.

BACA JUGA  KASAD Lantik 17.702 Tamtama Baru: Perkuat Yonif TP, Jaga Kedaulatan Hankam

Selain berusaha mencari solusi permasalahan para supir, di sisi lain Gubernur juga berpesan kepada para sopir truk agar mereka menaati ketentuan di jalan raya. Misalnya terkait over dimensi over load (ODOL) yang masih sering dilakukan oleh para sopir truk.

“Kapasitas truknya juga jangan melebihi sehingga over dimensi over load. Itu tidak boleh lagi. Kalau itu bisa ditertibkan dan kesadaran dibangun oleh mereka sendiri, insyaallah akan berjalan baik,” ungkapnya.

Koordinator sopir truk se-Banyumas Raya, Damsik, mengaku senang bisa menyampaikan persoalan yang dihadapi komunitasnya pada Gubernur. “Ini pertama kali Pak Ganjar menemui komunitas sopir truk Banyumas Raya. Beliau menerima aspirasi dan keluh kesah tentang kejadian dan permasalahan para driver yang ada di perjalanan. Kebanyakan itu pungli, karena di tol itu masih banyak pungli-pungli yang luar biasa,” ujarnya usai bertemu Gubernur.

BACA JUGA  Gelar Turnamen Padel Terbesar di Jatim, Ini Cara El Grande Padel Club Menggaet 750 Peserta

Dalam kesempatan itu, para sopir truk juga meminta dukungan Gubernur terkait keinginan komunitasnya yang berencana membentuk koperasi sopir dan kenek truk se-Banyumas Raya yang jumlahnya sekitar 10 ribuan. Mengetahui rencana ini, Gubernur sangat antusias untuk membantu. Ia mengaku siap mendorong terwujudnya koperasi ini dan memberikan pendampingan.

“Mereka ingin membuat koperasi, saya dukung ini. Umpama pasokan solar untuk truk itu kadang-kadang tidak gampang. Kalau kemudian dari organisasi ini, kelompok sopir truk ini, bisa memfasilitasi melalui koperasi. Cita-cita mereka mau punya pom bensin sendiri. Ini bisa dirintis. Kalau nanti bentuknya koperasi dan unit usaha apa yang musti ada, Pemprov akan siap mendampingi,” pungkas Gubernur.

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.