Faktor Pendorong Migrasi Haiti
Dalam menjelaskan faktor pendorong Migrasi Haiti secara general, penulis berfokus dalam menjelaskan tiga faktor internal yakni, politik, ekologi, dan ekonomi di negara Haiti.
Pertama, pelanggaran politik dan hak asasi manusia, yang dialami Haiti sejak kediktatoran Duvalier abad ke-20 hingga saat ini.
Peristiwa ini dilanjutkan dengan krisis kemanusiaan akibat kekerasan yang dilakukan oleh geng, kelompok bersenjata, dan terorisme di Haiti yang disponsori oleh negara maupun aktor non-negara. Sepanjang 2021, Haiti terus mengalami krisis politik yang signifikan, termasuk pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada bulan Juli 2021 (Yates, 2021).
Kedua, permasalahan ekologi di Haiti, mengakibatkan Haiti terus dilanda bencana alam besar yang berurutan selama sepuluh tahun terakhir.
Diantaranya, badai Jeanne pada 2004, empat badai dan angin topan pada tahun 2008, dan gempa bumi tahun 2010 (Internasional Organization for Migration (IOM), 2017).
Gempa bumi dahsyat pada 2010 menyebabkan lebih dari 217,000 ribu kematian dan 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal. Krisis bencana alam ini juga menimpa Haiti secara signifikan pada tahun 2016 akibat badai Matthew dan 2021 yakni gempa bumi berkekuatan 7,2 magnitudo yang beberapa hari kemudian diikuti oleh Badai Tropis Grace.
Apalagi, bencana alam ini bersamaan terjadi dengan krisis politik dan pelanggaran HAM di Haiti. Permasalahan bencana alam ini diperburuk dengan buruknya sistem pelayanan kesehatan di Haiti yang mendorong warga Haiti untuk bermigrasi ke kawasan terdekat (Al Jazeera, 2021;CNN, 2021).
Ketiga, permasalahan ekonomi di Haiti. Menurut World Bank (2021) bahwa pembangunan ekonomi dan sosial Haiti dihambat oleh ketidakstabilan politik, peningkatan kekerasan, dan faktor bencana alam.
Haiti ditetapkan menjadi negara termiskin di wilayah Amerika Latin dan Karibia (LAC) dan di dunia dengan PDB per kapita pada 2020 sebesar US$2,925, terendah di wilayah LAC, dan kurang dari seperlima dari rata-rata LAC sebesar US$15,092.
Perkiraan saat ini memperkirakan tingkat kemiskinan hampir 60 persen pada tahun 2020 dan sekitar dua pertiga dari orang miskin tinggal di daerah pedesaan.
Kesenjangan terlihat dalam negara ini, 20 persen penduduk terkaya memiliki lebih dari 64 persen dari total kekayaannya, sedangkan 20 persen termiskin hampir tidak memiliki 1 persen (World Bank, 2021).
Menurut penulis, ketiga faktor multidimensional ini saling berkaitan dalam menjelaskan faktor migrasi Haiti ke Amerika Selatan, khususnya Brazil dan Chili.
Ketiga faktor ini turut memunculkan pendekatan general terhadap gagasan ketidakamanan dan ancaman yang sedang dihadapi oleh masyarakat Haiti bahkan di negara asalnya sendiri.
Ketidakamanan dari faktor multidimensi ini menjadi latar belakang peningkatan jumlah migrasi pengungsi Haiti secara regional maupun internasional.
Hal ini dikarenakan negara tidak mampu mengatasi permasalahan keamanan dan kesejahteraan warga negaranya yang mengakibatkan warga negara Haiti memilih untuk bermigrasi untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak.
NEXT: Faktor Penarik Migrasi,…

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi