KEMPALAN: ADA joke lawas yang didaur ulang tapi tetap lucu dan bisa bikin tergelak. Alkisah, diktator Korea Utara Kim Jong Un ingin menebar teror ke seluruh dunia. Dia memerintahkan anak buahnya untuk memasang bom waktu di setiap pesawat terbang milik maskapai seluruh dunia yang mendarat di Pyongyang. Tujuannya supaya pesawat meledak di udara dan seluruh dunia ketakutan.
Anak buah Kim bertanya untuk memastikan apakah seluruh pesawat akan dipasangi bom. Setelah berpikir sejenak Kim berkata, ‘’Kecuali Garuda Indonesia’’. Anak buah menjadi kepo dan bertanya, ‘’Mengapa kita takut kepada Indonesia?’’ Kim menjawab, ‘’Bukan takut, tapi Garuda biasanya selalu telat terbang, nanti meledaknya disini juga, kita yang susah…..’’
Joke lainnya, Anda sudah hafal. Garuda diplesetkan menjadi ‘’Good and Reliable Under Dutch Administration’’, bagus dan andal saat dikelola pemerintah Belanda. Bahkan, teman bule Australia pun terkekeh mendengar plesetan ini.
Joke itu menggambarkan rasa frustrasi publik terhadap pengelolaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) plat merah milik Indonesia ini. Publik tidak habis pikir bagaimana perusahaan penerbangan, yang banyak memperoleh privilise dari negara, bisa merugi terus-menerus. Pasti ada yang salah dalam pengelolaan perusahaan ini. Begitu persepsi publik.
BACA JUGA: Diplomasi Tinju
Garuda bukan satu-satunya BUMN yang tekor bocor. Ada lagi perusahaan raksasa yang nyaris memonopoli pasar bahan bakar Indonesia tapi–aneh bin ajaib—tekor selalu. Dialah Pertamina, yang layak masuk rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai perusahaan plat merah pemegang rekor tekor.
Mau contoh lain? Masih banyak. PLN, perusahaan listrik milik negara, termasuk golongan perusahaan ajaib, karena perusahaan ini memegang monopoli suplai listrik seluruh Indonesia, tapi rugi melulu dan masih sering byar-pet. Karena sering mati lampu, PLN diplesetkan menjadi Perusahaan Lilin Negara.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi