YOGYAKARTA–KEMPALAN: Perkelahian pelajar SMA kerap terjadi, dari dulu hingga kini. Tak jarang, mereka yang terlibat tawuran dikenai sanksi skorsing dari sekolah. Bahkan sampai ada berurusan dengan polisi.
Anies Baswedan saat mengenyam sekolah di SMAN 2 Yogyakarta pun pernah dipanggil polisi. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta ini selaku Ketua OSIS di sekolah yang beralamat di Jalan Bener Nomor 30, Bener, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini.
Tapi, cucu Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan ini dipanggil bukan karena terlibat perkelahian. Anies dipanggil polisi karena teman-temannya terlibat perkelahian, cukup menghebohkan pada saat itu.
Wibowo, selaku teman akrab Anies Baswedan, mengatakan saat itu perkelahian melibatkan banyak orang. “Saat di SMA ada tujuh orang, termasuk saya terjadi perkelahian dengan seorang yunior,” katanya di Yogyakarta, Kamis, 14 Juli 2022.
Pria yang kini menjadi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta ini mengatakan, sebenarnya persoalannya sepele, namun berbuntut panjang. “Karena ada yunior yang kami anggap kemlinthi (sok jagoan), lalu di yunior itu dikeroyok tujuh orang, termasuk saya hanya ikut-ikutan seh,” jelasnya.
Akibat pengeroyokan itu, mereka yang terlibat diskorsing tidak boleh masuk sekolah. Saat menjalani skorsing, ternyata yunior bersama kelompoknya membalas salah satu senior.
“Kebetulan yang dibalas rumahnya kost depan SMA. Kejadiannya sore-sore, karena terpojok dia nyaut (mengambil) senjata tajam. Nah akhirnya jadi urusan dengan polisi,” jelas Ndoro Bowo, sapaan akrab Wibowo.
Saat kejadian itu, kebetulan Anies Baswedan yang menjadi ketua OSIS kena imbasnya juga. Padahal Anies tidak tahu apa-apa soal perkelaian itu. “Urusan sampai dengan kepolisian dan Anies Baswedan dipanggil sebagai Ketua OSIS,” ungkapnya.
Menurut dia, Anies termasuk sosok mediator hebat saat masih remaja. Dia berperan dalam memediasi bersama kepolisian untuk menyelesaikan perkelahian antara senior dan yunior. “Akhirnya bisa dilakukan perdamaian. Permasalahan sudah selesai,” katanya.
Ndoro Bowo mengatakan, setelah puluhan tahun tidak bertemu akhirnya tanpa sengaja berjumpa dengan yunior yang dikeroyok puluhan tahun silam itu.
“Ketemu dalam agenda PHRI. Dia sebagai pengelola cafe di Prawirotaman, saya mewaikili Hotel Grand Zuri, ya malah ger-geran, kami peluk pelukan seperti Teletubbies,” ujarnya. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi