Jumat, 17 April 2026, pukul : 14:43 WIB
Surabaya
--°C

Sri Lanka Bangkrut, 8 Negara Lainnya Terancam. Indonesia Aman?

JAKARTA-KEMPALAN: Sebagaimana yang sudah diketahui, Sri Lanka pada saat ini berada dalam keadaan terpuruk. Sri Lanka bahkan sudah dinyatakan bangkrut karena tidak bisa memenuhi kewajibannya membayar utang.

Permasalahan utang, tidak hanya di Sri Lanka, bahkan Indonesia menjadi isu krusial yang harus dihadapi.

Namun apakah posisi Indonesia pada saat ini aman?

Jawabannya adalah sejauh ini masih aman, karena berdasarkan sejumlah pengamat yang ada, utang Indonesia per Mei 2022 mencapai Rp. 7.002 Triliun atau sekitar 38,88% dari PDB Indonesia.

Jika dibandingkan dengan Sri Lanka, posisi Indonesia masih ‘Jauh’.

Salah satu pengamat bernama Taufid Ahmad yang merupakan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance mengatakan bahwa Indonesia belum mengarah seperti Sri Lanka.

Alasan utamanya adalah bahwa cadangan devisa Indonesia masih baik—dan juga perdagangan internasional Indonesia masih tanpa kendala.

“Saya kira kalau sekarang, situasinya masih belum terlalu. Karena ekspor kita masih jalan, kecuali defisit kita udah lumayan besar, nah itu bahaya. Sekarang masih surplus, devisa kita aman” ucap Ahmad, melansir dari Detik.

Kemudian, pengamat bernama Piter Abdullah yang merupakan Direktur Riset Center of Reform on Economics, utang pemerintah Indonesia masih aman.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara yang terkenal disiplin untuk menjaga kondisi utangnya.

“Utang kita dengan rasio sekarang ini sekitar 40% terhadap PDB. Itu kondisinya aman, tapi tetep harus hati-hati. Indonesia juga terkenal disiplin menjaga kondisi utangnya” ucap Abdullah.

Kedisiplinan menjaga utang yang dimaksud adalah bahwa Indonesia selalu menjaga level defisit anggarannya di angka 3%.

“Setiap tahun, defisit APBN kita dijaga, tidak pernah lewat dari 3%. Waktu 2020, 2021, 2022, defisit kita dicatat 3%. Sangat berbeda dengan negara lain ketika pandemi, yang alami lonjakan besar diatas 10%” ucap Abdullah.

Sudah diketahui bahwa Indonesia pada saat ini berada dalam keadaan yang aman, lalu berikut adalah 8 negara lain yang terancam bangkrut seperti Sri Lanka.

1. Afghanistan
Semenjak diambil alih oleh Taliban, Afghanistan terhuyung-huyung. Ekonomi domestik tidak berjalan, terkena sanksi hingga permasalahan lainnya. Belum lagi permasalahan gempa dan banjir yang baru saja terjadi yang kemudian menambah permasalahan bagi Afghanistan.

2. Argentina
Negara asal pesepak bola terkenal tersebut juga sedang dalam ambang bahaya. Sekitar 4 dari 10 orang di Argentina menjadi orang termiskin. Bahkan jutaan orang di Argentina hanya mengandalkan program kesejahteraan sosial untuk bertahan hidup. Alasan utama kebangkrutan Argentina adalah karena Bank Sentralnya kehabisan cadangan devisa.

3. Mesir
Inflasi Mesir mengalami lonjakan hampir 15% pada bulan April 2022 saja. Dampaknya adalah sekitar 1/3 total warganya mengalami kemiskinan. Bank Sentral Mesir juga belum menurunkan suku bunga karena kesulitan membayar utang luar negerinya.

4. Laos
Sejak Pandemi COVID-19, utang Laos melompat drastis seperti yang dialami Sri Lanka. Cadangan devisa Laos juga makin menipis. Kemudian juga mata uangnya jatuh 30% terhadap Dollar AS.

5. Lebanon
Mata uang Lebanon jatuh hingga 90% pada saat ini, yang kemudian ditambah inflasi hingga krisis pangan dan energi. Faktor penyebab utamanya adalah perang saudara yang panjang serta teror yang masih belum berakhir. Di sisi lain, Lebanon juga gagal bayar utang luar negerinya. Jika dibandingkan dengan Indonesia, rasio utang Lebanon mencapai 170% terhadap PDB, dimana Indonesia hanya 40%.

6. Myanmar
Pandemi COVID-19, instabilitas politik dan sanksi menjadi penyebab utama Myanmar menjadi masuk daftar potensial negara yang akan bangkrut. Ekonomi Myanmar pada saat ini mengalami minus 18% dan diperkirakan tidak akan naik pada tahun ini.

7. Pakistan
Pakistan terancam krisis ekonomi setelah harga minyak mengalami lonjakan. Inflasi di Pakistan juga mencapai lebih dari 21%. Mata uangnya juga mengalami penurunan hingga 30%, dan juga sedang meminta bantuan IMF untuk ‘Talangi’ pembayaran utangnya terlebih dahulu.

8. Turki
Turki pada saat ini terjebak dalam krisis setelah inflasi mencapai 72%. Mata uangnya pun jatuh ke posisi terendah sepanjang masa terhadap Euro dan Dollar AS. Erdogan juga hingga saat ini masih berjuang membawa negaranya keluar dari krisis. Rasio utang Turki juga sudah mencapai 54% dari PDB-nya.(CNN/Detik, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.