“Namun ada beberapa masyarakat yang enggan menerima totebag dari kami karena mengaku memakai plastik lebih praktis dan dapat digunakan kembali untuk menjadi tempat sampah di rumah, namun kami pun mencoba memberikan penjelasan tentang kegunaan totebag yang kami berikan untuk mereka serta bahaya mennggunakan plastik, ada yang pergi begitu saja dan ada yang menerima totebag dari kami dan menukarkan plastiknya kepada kami,” lanjut Tyo.
Memang tidak mudah melakukan sesuatu hal yang mungkin diluar kebiasan masyarakat kita, namun di sini Kader Hijau Muhammadiyah Malang Raya terus mencoba dan memberikan konstribusinya untuk lingkungan dan masyarakat sekitar mereka.

Ibu Hj. Summah salah satu pedagang di Pasar Blimbing ketika ditanyai pendapat beliau mengenai kampanye Rampas Plastik yang diadakan oleh Kader Hijau Muhammadiyah memmberikan tanggapan demikian, “oh, ya bagus mas, kan tas itu bisa dipakai berkali-kali dan menurutku sih ini lebih praktis bisa dicuci jika memang sudah kotor dan dapat dipakai kembali buat berbelanja lagi”.
“Harapan setelah kami mengadakan kegiatan ini, kami bersama masyarakat dapat dengan sadar tentang bahaya plastik dan krisis iklim yang salah satunya disebabkan oleh banyaknya limbah sampah yang dihasilkan oleh manusia, sehingga bumi yang kita tinggali ini menjadi rusak dan mengakibatkan beberapa bencana yang dampaknya akan kembali kepada kita selaku penghuni bumi.
Kami berharap dari kegiatan ini masyarakat juga mulai sadar dan mau bergerak menjaga lingkungan dan alam yang telah memberikan banyak sekali kebermanfaatan bagi umat manusia,” tutup Fahmi Ahmad Fauzan Selaku Koordinato Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Malang Raya. (Moch. Alfaizi)
Editor: Reza M. Maulana

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi